Balai PSKL Wilayah Kalimantan Adakan Sekolah Lapang Agroforestry Kopi di Kayong Utara

Gusti Iwan Darmawan sebagai pemateri, menyampaikan terkait teori dan praktek tentang budidaya kopi dan pasca panen kopi.

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok. YP.
Sebanyak 35 peserta sekolah lapang yang merupakan perwakilan dari 7 hutan desa diberikan materi terkait teori dan praktek tentang budidaya kopi dan pasca panen kopi, oleh Gusti Iwan Darmawan sebagai pemateri kegiatan Sekolah Lapang Agroforestry Kopi di Desa Penjalaan, kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Rabu 20 Juli 2022. TRIBUN PONTIANAK/Dok. YP. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Balai PSKL Wilayah Kalimantan telah mengadakan Sekolah Lapang Agroforestry Kopi selama 5 hari di Desa Penjalaan, kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Pelaksanaan kegiatan didukung Yayasan Palung, bersama tujuh LPHD yang ada di Kecamatan Simpang Hilir dan KPH Wilayah Kayong.

Gusti Iwan Darmawan sebagai pemateri, menyampaikan terkait teori dan praktek tentang budidaya kopi dan pasca panen kopi.

Pada kesempatan tersebut, Iwan menerangkan bagaimana cara budidaya kopi lokal yang selama ini telah dilakukan.

Komitmen KAHMI Kabupaten Kayong Utara Untuk Memberikan Kontribusi di Kayong Utara

“perlu adanya pembibitan, perawatan, dan praktek pembibitan kopi serta penanganan pasca panen,” terangnya.

Dirinya juga menekankan, peran masyarakat lokal tentunya untuk melihat peluang pasar tentang produk kopi lokal di wilayah Kayong Utara ini.

Sebelumnya, pada hari pertama, disampaikan juga materi oleh Indra dari KPH Wilayah Kayong tentang Peran KPH Dalam Perhutanan Sosial. Kemudian, sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah Edi Rahman, Field Direktur Yayasan Palung. (*)

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved