Patroli Darat Maupun Udara Dalam Pencegahan Karhutla di Kalbar

Satgas udara diberikan tugas untuk melakukan pemantauan langsung ke titik hotspot dari udara untuk dilakukan pemadaman dengan metode water boombing

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Firdaus
Pantauan udara kepulan asap dan sisa lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan, Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Bengkayang dan Sambas, Kalimantan Barat. Jum'at, 22 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Kalbar membentuk komando Satgas penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat tahun 2022.

Novel Umar selaku Wakil Kepala Bidang Satgas Udara mengatakan mereka telah rutin melakukan patroli darat maupun udara sejak komando satgas ini dibentuk.

"Kami rutin melakukan Patroli ini ke titik-titik hotspot yang ada di seluruh Kalbar," ucap Novel, Jum'at, 22 Juli 2022.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran titik hotspot di Kalbar guna mengantisipasi bencana kabut asap.

Satgas udara diberikan tugas untuk melakukan pemantauan langsung ke titik hotspot dari udara untuk dilakukan pemadaman dengan metode water boombing menggunakan helikopter.

Sementara untuk satgas darat diberikan tugas patroli dan pemadaman ke titik-titik hotspot yang dapat terjangkau dengan mudah dan cepat.

Satgas darat juga berperan dalam penertiban layang-layang di wilayah Kota Pontianak Area dan Kabupaten Kubu Raya Area yang dibantu oleh Tim Terpadu Satpol PP untuk pencegahan clear area water boombing helikopter.

Cuaca Ekstrem Landa Kalbar, Selain Hujan Deras, Hotspot di Kalbar Mencapai 358 Titik

Setiap harinya pukul 07.00 WIB dan pukul 19.00 WIB Satgas yang terbentuk dari beberapa elemen ini seperti TNI/POLRI rutin melakukan briefing untuk melakukan perencanaan penindakan dan laporan hasil tindakan.

Titik hotspot Kalimantan Barat (Kalbar) saat ini semakin tinggi, berdasarkan data BPBD Kalbar per hari ini, Jum'at, 22 Juli 2022 jumlah hotspot di Kalbar mencapai 532 titik.

Berdasarkan data tersebut, ini meningkat dari data hari sebelumnya yang mencapai 358 titik.

Dari 532 titik itu menyebar di seluruh Kalbar, dengan jumlah tertinggi masih di Kabupaten Sanggau 153 titik, Sintang 90 titik, Kapuas Hulu 51 titik, Landak 49 titik, Melawi 41 titik, Mempawah 39 titik, dan sisanya menyebar merata di daerah-daerah lainnya.

Komando satgas penanganan bencana asap melakukan patroli pantauan udara, patroli pertama dilakukan di sekitar area pesisir Kalbar yang melintasi, Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, dan Sambas. Jum'at, 22 Juli 2022.

Dalam pantauan udara patroli pertama dihari Jum'at ini tersebut terlihat masih banyak titik hotspot yang menyebar, bahkan belum padam.

Kepulan tersebut terjadi di lahan-lahan atau hutan yang jauh dari warga.

Di sekitar daratan Kubu Raya menuju Mempawah bahkan terlihat hotspot yang membesar dan membentuk kepulan asap yang pekat dan banyak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved