Cuaca Ekstrem Landa Kalbar, Selain Hujan Deras, Hotspot di Kalbar Mencapai 358 Titik

Kalimantan Barat saat ini memasuki potensi cuaca ekstrem dan hujan deras yang mengguyur hampir di seluruh wilayah

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Firdaus
Ir. Ansfridus J. Andjioe, ME kepala BPBD Kalbar beserta jajarannya ketika ditemui, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, 21 Juli 2022. Ia mengatakan bahwa titik hotspot di Kalbar masih banyak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kalimantan Barat saat ini memasuki potensi cuaca ekstrem dan hujan deras yang mengguyur hampir di seluruh wilayah.

Namun demikian titik hotspot masih terpantau banyak yang tersebar di beberapa wilayah.

Hal ini diketahui berdasarkan wawancara Tribun Pontianak kepada kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar Ir Ansfridus J. Andjioe, ME.

"Saat ini kami juga fokus menangani titik hotspot, titik panas di beberapa lahan terbuka," ucap Ansfridus, Kamis, 21 Juli 2022.

Diketahui berdasarkan data BPBD Kalbar per tanggal 21 Juli 2022 menyebutkan titik hotspot di Kalbar mencapai 358 titik, dengan jumlah titik terbanyak ada di Kabupaten Sanggau mencapai 86 titik hotspot.

Kondisi ini mengkhawatirkan untuk masyarakat sebab banyak dampak yang ditimbulkan, sementara di sisi lainnya curah hujan tinggi juga dapat membantu memadamkan titik hotspot yang menyebar di beberapa wilayah.

"Cuaca ekstrim dan hujan yang merata di Kalbar dapat membantu titik panas agar hilang," ucapnya.

BPBD Pontianak Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Kalbar

Karenanya ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar sebab akan mengakibatkan bencana kabut asap yang kemudian dapat berimbas pada masalah-masalah lain.

"Kami menghimbau kepada masyarakat yang membersihkan lahan atau membuka lahan jangan pakai bakar, karena itu akan menimbulkan asap efeknya akan kemana-mana pesawat tidak bisa mendarat, ekonomi melambat, dan lain sebagainya," tutupnya kepada Tribun Pontianak.

Potensi cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) pada 21 Juli hingga 26 Juli 2022.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar Ansfridus Andjioe mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Kita sudah koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk mengantisipasi cuaca ekstrem ini," ucapnya. Kamis, 21 Juli 2022.

Ia menjelaskan beberapa titik rawan yang kemungkinan dapat terdampak akibat potensi cuaca ekstrim dan hujan lebat ini.

"Untuk angin kencang puting beliung sepertinya tetap misalnya di daerah Pontianak Utara adalah daerah rawan, tapi untuk di daerah-daerah kita sudah antisipasi semua melihat laporan dari BPBD kabupaten/kota," ucapnya.

Selain itu Ansfridus mengatakan potensi banjir akan terjadi di daerah hulu seperti Sintang, mengingat banjir besar yang pernah terjadi sebab Sintang merupakan daerah cekungan yang menyebabkan air menjadi cepat meluap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved