Atasi Blank Spot di Kalbar, Pemerintah Lewat Program BAKTI Akan Bangun 563 BTS

Bakti Kemkominfo menargetkan untuk membangun menara telekomunikasi Base Transceiver Station BTS pada 563 desa di Kalbar hingga 2023 mendatang.

Editor: Nina Soraya
Tribun Pontianak/Nina Soraya
Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Kalbar Sofiarti Diah (kanan) memberikan pemaparan terkait kondisi jaringan telekomunikasi di Kalbar saat Bincang Antara dengan tema Keterbatasan Jaringan Menjadi Tantangan Digital Bagi Jurnalis pada Kamis, 21 Juli 2022. Saat ini di Kalbar masih ada 140 desa blank spot. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Akan tetapi masih banyak desa yang mengalami blank spot.

Di Kalbar pada 2022 ini masih ada 140 desa blank spot area. Blank spot area merupakan daerah yang tidak mendapat sinyal dari menara telekomunikasi yang membatasi pengguna layanan seluler untuk melakukan komunikasi.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Kalbar Sofiarti Diah Anggunia mengungkapkan saat ini masih ada 140 desa blank spot, lalu 977 desa yang sinyalnya kuat, dan 914 desa sinyal lemah.

“Untuk desa blank spot pada 2020 lalu masih 190 desa, saat ini di tahun 2022 tinggal 140 desa,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam acara Bincang Antara dengan tema Keterbatasan Jaringan Menjadi Tantangan Digital Bagi Jurnalis pada Kamis, 21 Juli 2022.

“Selain itu tercatat 1400 desa memiliki kantor desa berinternet dan 1433 desa yang memiliki internet warga,” ujarnya.

219 Desa di Sintang Belum Terjangkau Sinyal, Pemerintah Kawal Pembangunan BTS 4G

Menurutnya beragam upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah pemerataan jaringan internet tersebut.

Satu di antaranya lewat BAKTI Kemkominfo yang terus berupaya untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Indonesia agar mendapatkan akses internet, salah satunya Kalimantan Barat.

Di wilayah tersebut, BAKTI Kemkominfo menargetkan untuk membangun menara telekomunikasi Base Transceiver Station BTS pada 563 desa di Kalbar hingga 2023 mendatang.

“Jadi target di Kalbar ada 563 BTS yang akan dibangun. Jumlah ini cukup besar. Padahal di Kalimantan targetnya secara total ada 700 lebih BTS. Jadi ini lebih dari setengahnya ada di sini,” jelasnya.

Untuk progressnya saat ini dari 563 itu, ada 116 yang sudah on air dan 47 sudah dilakukan Berita Acara Serah Terima.

Kerjasama dengan Pemda, BAKTI Kominfo RI akan Bangun 102 BTS 4G di Ketapang

Dilanjutkanya untuk program dari Ditjen PPI sendiri di Kalbar ini akan dibangun 132 BTS yang menyasar daerah di luar 3T. Untuk Kalbar yang termasuk itu Kubu Raya dan Sekadau.

Skema lainnya adalah menggandeng operator atau provider untuk membangun BTS tersebut.

Kepala LKBN Antara Kalbar, Evy M Syamsir, mengatakan tugas jurnalis saat ini sudah multiplatform. Mereka dituntut untuk menguasai secara teks, foto maupun video. Bahkan untuk penyajian dalam bentuk info grafis serta konten medsos.

“Akan tetapi tantangan pun cukup besar di antaranya terkait akses jaringan internet. Ini sangat mempengaruhi aktifitas jurnalis berbasis online,” ujarnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved