BPBD Sintang Usulkan Ulang Pembangunan Permanen Jembatan Jelimpau 2023
Rusaknya jembatan Jelimpau di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tak kunjung ada perbaikan dari pemerintah.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, akan kembali mengusulkan anggaran pembangunan Jembatan Jelimpau di Sungai Buluh, Kecamatan Tempunak pada tahun 2023.
Sebenarnya, dana perbaikan jembatan yang rusak diterjang banjir pada tahun 2019 ini sudah pernah dianggarkan, namun terkena kebijakan rasionalisasi anggaran. Sehingga, jembatan jelimpau urung diperbaiki.
"Saat ini belum ada, tapi akan kita naikan untuk sesuai kesepekatan dengan dewan akan kita naikan supaya itu menjadi perioritas," kata Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih, Senin 18 Juli 2022.
Ada dua jembatan yang anggarannya terpangkas. Nominalnya Rp 2 miliar, 850 juta di antaranya untuk pembangunan jembatan jelimpau.
• Florensius Ronny Upayakan Proses Pemilihan Wakil Bupati Sintang Bisa Cepat
"Ada dua yang kena rasionalisasi itu ada sungai buluh. Karena dipotong 2 miliat lebih, kemarin kita naikan gagal lagi, tapi kemarin ada pembicaran dengan dewan, tahun berikutnya wajib, tahun 2023, tahun ini gak ada. Waktu itu anggaran 850 miliar," ungkap Saragih.
Menurut Saragih, jembatan jelimpau harus dibangun permanen, supaya tahan terhadap bencana banjir.
"Jembatannya akan diganti statusnya bukan jembatan biasa lagi, akan dibuat permanen lebih bagus . Tim sudah ke sana mengkajinya kita buat permanen yang bagus. Jembatan Sui buluh rusak kena bencana 2019, kasihan sekali saya, saya sudah ke sana," ujar Saragih.
Masyarakat Menuntut
Rusaknya jembatan Jelimpau di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tak kunjung ada perbaikan dari pemerintah.
Warga dan wakil rakyat dapil tempunak, menuntut Pemkab Sintang untuk segera menganggarkan kembali dana perbaikan yang sempat dialokasikan namun dipangkas untuk penanganan Covid-19.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Maria Magdalena mengatakan jembatan sungai jelimpau kategori darurat yang harus segera diperbaiki.
Jembatan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut sudah rusak berat sejak diterjang banjir pada 2019 lalu.
"Jembatan sungai jelimpau di Desa Sungai Buluh, itu kan sudah kategori darurat. Tahun 2020, jembatan itu sudah pernah dianggarkan melalui BPBD, karena masuk dalam tanggap darurat. Lalu terjadi pemangkasan karena musibah covid. Kita paham itu, namun sampai sekarang 2021 sampai 2022 kita belum dapat gambaran sama sekali kapan itu bisa dialokasikan," kata Maria belum lama ini.
Menurut legislator partai Demokrat ini, masyarakat khususnya Tempunak Hulu menuntut perbaikan jembatan yang layak dari pemerintah. Apalagi, hal ini pernah dijanjikan oleh mendiang Sudiyanto, wakil bupati sintang.
"Maka dalam pandangan umum fraksi, kita minta kejelasan kapan jembatan itu bisa diangarkan kembali. Karena mengingat pada saat almarhum wabup pernah menjanjikan di depan masyarakat akan bangun dan memperioritaskan pembangunan jembatan sungai jelimpau, bersama ketua DPRD," ujar Maria.