Zulfydar Zaidar Mochtar Prihatin Atas Kondisi SD dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak

Ia berharap kedepannya sekolah tersebut bisa mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Pihak Sekolah Dasar (SD) dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak menerima kunjungan anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar untuk melihat dan menerima aspirasi langsung dari sekolah tersebut. 

Ia mengungkapkan, peserta didik yang sekolah di SD Muhammadiyah 3 Pontianak ini merupakan dari kalangan masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah.

Bahkan kata dia, uang SPP Rp-75 ribu-100 ribu perbulan terkadang masih banyak yang menunggak dengan alasan kurang mampu.

Namun pihaknya berterima kasih kepada PT Pelindo dan LAZISMU yang telah memberikan perhatiannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SMP Muhammadiyah 3 Pontianak, Ya'kamto.

"Dana bos yang kita dapat tidak mencukupi. Sedangkan kebutuhan kita mulai dari sarana dan prasarana seperti komputer belum ada. Padahal Komputer ini menjadi kebutuhan yang sangat urgensi tahun ini, karena ada pelajaran TIK," ungkapnya.

Untuk menutupi kekurangan kebutuhan sekolah, pihaknya terpaksa harus mencari para donatur yang bisa mengulurkan tangan membantunya. Salah satunya mencari dana dari donatur PT Pelindo LAZISMU dan bantuan lainnya yang terkadang ada dan terkadang juga tidak ada.

Selama ini, diakuinya, dalam pelaksanaan mapel Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) maupun ujian yang berbasis komputer menggunakan sistem pinjam meminjam milik para guru untuk digunakan para peserta didik.

"Sejauh ini, kita sementara melibatkan para guru yang punya komputer untuk dipinjamkan kepada siswa. Jadi sistemnya pinjam ke guru seperti digunakan para siswa untuk ujian. Karena memang kita belum memiliki komputer khusus bagi siswa," jelasnya.

Sekolah Swasta Jadi Alternatif Bagi Peserta Didik yang Gagal Lolos PPDB

Pada sekolah menengah pertama (SMP) Muhammadiyah 3 Pontianak ini terdapat sebanyak 63 siswa dan 14 guru atau pengajar.

Dalam sistem penerimaan peserta Didik Baru, pihaknya memberikan pendaftaran secara gratis. Alasan memberikan pendaftaran gratis, pihaknya paham melihat kondisi ekonomi masyarakat yang mensekolahkan anak-anaknya ke SMP Muhammadiyah 3 Pontianak ini tergolong menengah ke bawah.

"Kita tahu, bahwa sekolah ini merupakan tempat bagi anak bangsa untuk menimba ilmu agar bisa menjadi SDM yang unggul dan berkualitas. Maka sudah seharusnya sekolah -sekolah ini mendapat perhatian khusus dari semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta," jelasnya.

Apa yang menjadi kebutuhan urgen, kata Zulfydar, dirinya akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada pemangku kebijakan di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved