Zulfydar Zaidar Mochtar Prihatin Atas Kondisi SD dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak

Ia berharap kedepannya sekolah tersebut bisa mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Pihak Sekolah Dasar (SD) dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak menerima kunjungan anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar untuk melihat dan menerima aspirasi langsung dari sekolah tersebut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar merasa prihatin terhadap kondisi SD dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak.

Ia berharap kedepannya sekolah tersebut bisa mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan.

"SD dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak ini kan menjadi rekomendasi dan menerima peserta didik yang berkebutuhan khusus, serta warga kurang mampu di lingkungan tersebut. Sehingga memang perlu untuk diberikan perhatian khusus, karena sekolah tersebut menjadi penampung anak-anak untuk sekolah," ungkapnya.

Dirinya pun telah menyempatkan diri untuk meninjau ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi SD dan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak pada 5 Juli 2022 kemarin.

"Harapan kami Pemerintah bisa memberikan perhatian khusus ataupun insentif dalam bentuk yang dibutuhkan sekolah seperti komputer dan lainnya," ujarnya.

Siswa Terpaksa Masuk Sekolah Swasta Karena Tidak Lolos Seleksi PPDB

Tidak hanya itu, ia juga berharap agar bantuan yang diberikan oleh pihak swasta seperti PT Pelindo melalui dana CSR nya akan kedepannya ditingkatkan lagi.

Menurutnya bantuan yang diberikan tersebut patut mendapat apresiasi sebagai percontohan bagi perusahaan lainnya untuk memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 3 Pontianak yang terletak di Jalan Pak Kasih Gang Merak II, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat membutuhkan uluran tangan sarana maupun prasarana lab komputer untuk menunjang dan lancarnya proses belajar mengajar di bidang pendidikan.

Sebagaimana hal tersebut disampaikan oleh masing-masing Kepala Sekolah SD maupun SMP Muhammadiyah 3 Pontianak.

Kepala Sekolah Dasar (Kepsek) Muhammadiyah 3 Pontianak, Dra. Maswati menyampaikan, bahwa pihaknya merasa prihatin terhadap kondisi yang selama ini dialami di sekolah binaannya itu.

Pasalnya SD Muhammadiyah 3 Pontianak ini menjadi salah satu rekomendasi bagi peserta didik dari kalangan masyarakat yang kurang mampu atau yang berpenghasilan menengah ke bawah, serta peserta didik yang berkebutuhan khusus.

Ia menyebut, dari total 67 peserta didik pada tahun lalu, ada sebanyak 6 peserta didik yang berkebutuhan khusus dan tahun ini dikabarkan ada 6 peserta didik berkebutuhan khusus.

Sedangkan untuk fasilitas infrastruktur pendidikan atau gedung belajar yang ada saat ini masih menggunakan sistem giliran dengan SMP Muhammadiyah 3 Pontianak.

"Untuk jam belajar bergantian, SD masuk pagi dan SMP masuk sore. Kita harapkan Pemerintah untuk bisa melihat langsung kondisi di lapangan terhadap kekurangan fasilitas sarana dan prasarana, terutama mengenai dengan ujian atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang membuat kami kesulitan untuk cari komputer," ujarnya, Sabtu 16 Juli 2022.

Kesulitan Dapat Murid, Sejumlah Sekolah Swasta Perpanjang Pendaftaran

Selain itu, ia juga mengatakan, bahwa honor guru atau pengajar juga minim bahkan sering dibayar telat bahkan sering dibayar dua bulan sekali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved