KPU Kalbar Jelaskan Sejumlah Tahapan Pemilu 2024
Menjawab berbagai pertanyaan Ketua KPU menjelaskan kepada Tribun kesiapan menuju pemilu tahun 2024, yang dijelaskan secara eksklusif, Rabu 13 Juli 202
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KALBAR - Menjawab berbagai pertanyaan Ketua KPU menjelaskan kepada Tribun kesiapan menuju pemilu tahun 2024, yang dijelaskan secara eksklusif, Rabu 13 Juli 2022.
Tribun: Tahapan pemilu yang saat ini sudah berjalan (termasuk verifikasi partai)?
Ketua KPU Kalbar: Tahapan terdekat terkait dalam pendaftaran, verifikasi dan penetapan partai politik peserta pemilu tahun 2024 tepatnya pada tanggal 29 Juli hingga 13 Desember 2022.
Selain itu juga jadwal yang terdekat adalah proses pemutahir data dan penyusunan daftar pemilih yang dimulai pada tanggal 14 Oktober.
Dari 11 tahapan secara garis besar penyelenggaraan pemilu tahun 2024,maka 2 tahapan ini menjadi agenda terdekat, kemudian kita sudah lakukan persiapan-persiapan meskipun memang hingga saat ini kami masih menunggu regulasi atau peraturan KPU mengatur secara teknis terkait hal tersebut.
• Dinas Lingkungan Hidup Pontianak Targetkan Kurangi Sampah 30 Persen
Tribun: Untuk saat ini, bagaimana persiapan KPU Kalbar, untuk mempersiapkan personil, TPS dan petugasnya serta PPK nya seperti apa?
Ketua KPU Kalbar: Untuk saat ini kami juga membangun komunikasi dan koordinasi dengan para stakeholder, dalam tahapan ini kita masih melakukan komunikasi dan konsolidasi di internal. Berkaitan dengan itu persiapan kebutuhan personil,
terkait dengan pembentukan bandan ad hog baik itu BPK di tingkat Kecamatan kemudian PPS di tingkat kelurahan dan desa hingga sampai nanti ke tingkat TPS ada KPPS, dan sebelumnya juga ada petugas pemutahiran data pemilih PPDP,
maka jika tahapannya sudah masuk maka kita akan melakukan proses seleksi dan pengumuman terhadap mereka, kemudian menghimbau kepada seluruh masyarakat yang telah memenuhi syarat tentunya untuk bisa terlibat sebagai badan penyelenggara badan ad hog.
Tribun: Apa kabar data pemilih? Berapa potensi pemilih di Kalbar?
Ketua KPU Kalbar: Setelah pemilu 2019 yang lalu kita ada namanya daftar pemilih berkelanjutan dan sudah ditetapkan untuk semester satu tahun 2022 untuk di Kalbar berjumlah 3.647. 700 pemilih itu untuk DPB daftar pemilih berkelanjutan.
Data ini nantinya akan terkonsolidasi terkait dengan setelah masuknya tahapan proses pemutakhiran data pemilih di 14 Oktober mendatang, dan ada kaitannya juga terkait diserahkan nya DP4 dari kementerian dalam negeri kepada KPU RI, dan datanya akan bisa berubah.
Tribun: Kapan warga bisa memastikan namanya masuk atau tidak dalam DPT? Bagaimana cara memastikannya?
Ketua KPU Kalbar: Yang sudah berjalan saat ini kita punya aplikasi yang namanya lindungi hak mumu, jadi masyarakat bisa mendownload , dan disitu juga terdapat beberapa fitur untuk memudahkan seluruh masyarakat memastikan apakah sudah terdaftar atau belum, bisa juga mencarinya pada link lindungihakmu.kpu.co.id, jadi sejak sekarang juga masyarakat sudah bisa memastikan apakah namanya sudah terdaftar atau belum, walaupun nanti akan dilakukan proses pemutahiran data pemilih.
Tribun: Soal partisipasi pemilih bagaimana? Apakah setiap pemilu mengalami peningkatan? Bagaimana KPU mengantisipasi menurunnya partisipasi pemilih?