Pengukuhan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalbar masa jabat 2022-2027

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan saat menghadiri pengukuhan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalbar Masa jabat 2022-2027, di Pura Giripati

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Bupati KKR Muda Mahendrawan saat menghadiri pengukuhan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalbar masa jabat 2022-2027, di Pura Giripati Mulawarman Pontianak Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya, Senin 11 Juli 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Sebagai daerah heterogen ras suku dan agama, Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat memiliki daya pererat antar sesama sehingga perbedaan-perbedaan menjadi keharmonisan bagi masyarakat serta Pemerintah setempat. 

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan saat menghadiri pengukuhan Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalbar Masa jabat 2022-2027, di Pura Giripati Mulawarman Pontianak Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya, Senin 11 Juli 2022.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menuturkan perbedaan beragama merupakan perekat dalam persatuan dan kesatuan. Merawat perbedaan ini, menjadi tugas bersama.

Bhabinkamtibmas Salurkan Daging Kurban Pada Warga Desa Binaan di Kabupaten Landak

“Mari kita sikapi perbedaan ini dengan arif dan bijaksana, untuk persatuan dan kesatuan,” ujarnya, dalam rilis yang Tribun terima, Senin 11 Juli 2022.

Merawat persatuan dan kesatuan sebut Wagub salahsatunya saling hormat menghormati satu dengan lainnya. 

Dengan rasa saling menghargai inilah kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat, dapat mewujudkan pembangunan yang lebih kuat dan cepat.

“Dengan kekuatan rakyat yang sudah bersatu saling menghormati, pembangunan terus berjalan tentunya bermuara kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” ucapnya.

Sementara Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyatakan salahsatu potret saling menghargai perbedaan beragama ialah berdampingnya tempat ibadah umat Islam dengan umat Hindu yakni Masjid Al-Amien dengan Pura Giripati Mulawarman.

“Potret seperti ini di Kalimantan Barat termasuk unik. Dan saya tahu selama ini antara keduanya selalu bekerjasama,” ungkapnya.

Masih banyak tempat-tempat ibadah lain yang saling berdampingan ada Kubu Raya, dengan kebersamaan inilah sebut ia menjadi kedamaian antar pemeluk-pemeluk beragama, sebagai daerah moderasi beragama tentunya melibatkan semua pihak.

“Termasuk TNI, Polri dan element masyarakat, hingga ditingkat desa maupun jajaran RT justru ditingkat bawah inilah hubungan komunikasi dan relasi sudah saling percaya,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalbar, Ida Shri Rsi Dukuh Putra Bandem Kepakisan mengatakan Pura Giripati Mulawarman memiliki kekayaan seni ukir dan pahat yang bernuansa tradisional khas Hindu mengandung distinasi wisata riligius yang menjadi daya tarik masyarakat ingin melihat lebih dekat.

“Silahkan saja masyarakat datang kesini, hanya kita punya tatanan. Apabila hanya disekeliling Pura Giripati Mulawarman silahkan saja, memang hal-hal yang cantik dan bagus harus dilihat, tetapi ada tatanan yang mana boleh dan tidak seperti ruang pemujaan karena dikhawatirkan ada pengunjung yang sedang dalam masa datang bulan,” tukasnya. (*)

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved