Dinas Pertanian dan Perikanan Melawi Launching Vaksinasi PMK di Desa Junjung Permai
Kabupaten Melawi, Kata Syaiful Khair untuk kasus PMK belum termasuk tinggi. Baru ada 5 kasus dinyatakan sakit, tapi sudah dinyatakan sembuh.
Penulis: David Nurfianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Melawi melakukan Launching Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) pada hewan di Desa Junjung Permai, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi, Selasa 5 Juli 2022.
Diketahui, Vaksinasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan.
Tindakan ini dilakukan agar hewan lebih kebal menangkal virus. Hal ini juga diharapkan akan berimbas pada penurunan biaya pemeliharaan hewan ternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Melawi, M.Syaiful Khair mengatakan bahwa Melawi mendapatkan 200 jatah vaksin. Untuk Desa Junjung Permai, Kecamatan Belimbing Hulu sudah diberikan sebanyak 100 dosis, selanjutnya sisa 100 dosis akan di berikan di Desa Landau Tubun, Kecamatan Pinoh Selatan.
“Melawi kita mendapatkan 200 vaksin, hari ini di Desa Junjung Permai, Kecamatan Belimbing Hulu kita laksanakan pemberian 100 vaksin dan selanjutnya nanti kita akan memberikan 100 vaksin lagi di Desa Landau Tubun, Kecamatan Pinoh Selatan,” jelasnya.
• Empat Personel Polres Melawi Terima Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-76
Kabupaten Melawi, Kata Syaiful Khair untuk kasus PMK belum termasuk tinggi. Baru ada 5 kasus dinyatakan sakit, tapi sudah dinyatakan sembuh.
”Ada lima kasus yang ditemukan, tapi semuanya sudah sembuh,” imbuhnya.
Diketahui, Peringatan Hari Raya Idul Adha sisa menghitung hari lagi. Para panitia penyembelihan hewan qurban sudah menyiapkan hewan – hewan yang mau di qurbankan.
Menanggapi penyembelihan hewan qurban, Syaiful mengatakan akan mengedarkan surat edaran Bupati Melawi, tentang pedoman penyembelihan hewan qurban, akan di edarkan di kecamatan sampai ke desa. ”Kami akan siapkan petugas untuk mengecek atau memeriksa hewan ternak yang akan dikurbankan,” ucapnya.
Kepada Masyarakat, Syaiful Khair menegaskan bahwa Hewan yang terkena PMK juga aman dikonsumsi untuk manusia. Karena Dia bukan termasuk zoonosis, yang tidak menular ke manusia.
“Tapi kita tetap hindari takut nya manusia yang mengonsumsi hewan yang terkena Virus bisa menular ke ternak lain, jadi manusia bisa menjadi media penularan penyakit PMK,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News