Akhiri Tugas Sebagai Dubes RI di Vatikan, Amrih Jinangkung Akui Tugasnya Istimewa dan Bermakna

Dubes RI untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung mengakhiri tugasnya. Meski demikian ia mengakui tugas yang terbilang singkaat tersebut bermakna

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST
VATIKAN - Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan, Laurentius Amrih Jinangkung, mengakhiri tugasnya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan. Acara perpisahan dengan para misionaris di Napoli dan kota sekitar di Biara Kongregasi Maria SS Addolorata, Napoli, Italia, antara lain dengan menggelar misa, Sabtu 18 Juni 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, NAPOLI - Laurentius Amrih Jinangkung mengakhiri tugasnya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan. Acara perpisahan dengan para misionaris di Napoli dan kota sekitar di Biara Kongregasi Maria SS Addolorata, Napoli, Italia, antara lain dengan menggelar misa, Sabtu 18 Juni 2022.

Laurentius Amrih Jinangkung mengakui mengemban tugas sebagai duta besar di Vatikan merupakan hal yang istimewa dan sangat bermakna, meski relatif cukup singkat.

“Meski hanya satu setengah tahun, bagi kami bertugas di Vatikan adalah hal yang istimewa dan sangat bermakna. Karena setiap hari kami berjumpa dengan orang-orang kudus, yang membuat kami sangat nyaman, dan tenteram,” tutur Dubes Amrih Jinangkung dalam sambutannya.

Dubes Amrih yang datang didampingi oleh istri tercinta Bertha Jinangkung dan putra-putri mereka, beserta rombongan KBRI Vatikan, mengungkapkan bahwa perasaan nyaman, damai, tenteram tersebut tidak pernah dirasakan di Negara-negara lain dengan waktu bertugas yang lebih lama.

“Kami pernah bertugas di suatu negara selama 4 tahun namun ketika tiba perpisahan biasa-biasa saja, kami pergi begitu saja. Tidak seperti saat ini rasanya berat, istri saya sampai meneteskan air mata. Kami merasakan ‘kematian’ kecil karena ada hati, perasaan kami yang tertnggal di sini di antara para romo, suster, dan misionaris lainnya,” ucap Dubes Amrih.

BACA: Kedubes Indonesia untuk Vatikan Gelar Webinar Kaum Muda dalam Toleransi Beragama & Perdamaian

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Amrih juga menyampaikan permohonan maafnya jika dalam waktu yang pendek ini ada kesalahan, dan mendoakan para misionaris dapat menjalankan tugas mulianya.

“Kami mohon maaf, meski waktunya pendek tentu tidak lepas dari suatu kesalahan. Semoga semua misionaris, para imam dan suster lancar dalam menjalankan tugas misi dan tugas perutusannya,” pungkas Dubes Amrih Jinangkung.

VATIKAN - Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan, Laurentius Amrih Jinangkung, mengakhiri tugasnya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan. Acara perpisahan dengan para misionaris di Napoli dan kota sekitar di Biara Kongregasi Maria SS Addolorata, Napoli, Italia, antara lain dengan menggelar misa, Sabtu 18 Juni 2022.
VATIKAN - Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan, Laurentius Amrih Jinangkung, mengakhiri tugasnya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan. Acara perpisahan dengan para misionaris di Napoli dan kota sekitar di Biara Kongregasi Maria SS Addolorata, Napoli, Italia, antara lain dengan menggelar misa, Sabtu 18 Juni 2022. (IST)

Khawatir Berubah jadi Kebanggaan

Acara perpisahan Dubes Amrih Jinangkung dan keluarga dengan para misionaris di Napoli dan kota sekitarnya diawali dengan misa konselebrasi yang dipimpin oleh Romo Supandri SX dari Salerno, dengan konselebran Romo Anicetus Bali OAD (Napoli), Romo Raymod SSCC, dan Romo Gotfridus Sisilianus Lian Angkur Pr.

Romo Pandri dalam pengantar misa mengatakan bahwa para misionaris sangat bersyukur bisa mengenal Dubes Amrih Jinangkung dan keluarga. Meski dalam waktu yang singkat, sambung Romo Pandri, para misionaris dan Dubes Amrih sekeluarga seakan sudah saling mengenal cukup lama.

“Sayang, hubungan yang mesra ini harus berakhir. Namun kami menerima karena Bapak Dubes meninggalkan kami untuk pekerjaan yang lebih besar untuk Negara. Kami hanya bisa mendoakan Bapak Dubes dapat menjalankan tugas barunya,” ucap Romo Pandri.

BACA: Terharu, Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Tersentuh Ketulusan Gadis Kecil Asal Sambas

Sedangkan Romo Bali dalam khotbahnya mengatakan bahwa hubungan antara Duta Besar Takhta Suci Vatikan dengan para misionaris di Italia ibarat orang tua dan anak yang sangat dekat. Dubes adalah orang tua bagi para misionaris untuk berkeluh kesah, dan menyampaikan kesulitan dan meminta dukungan. Jika anak ditinggal orang tuanya tentu akan merasa khawatir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved