Operasi Patuh Kapuas 2022, Zulfydar Nilai Ketidakdisiplinan di Jalanan Rugikan Pengendara Lain

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar menilai operasi tersebut bukan hanya dalam rangka mengejar

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUN PONTIANAK/ MASKARTINI
Zulfydar Zaidar Mochtar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 5064 pengendara mendapat teguran karena melakukan pelanggaran pada Operasi Patuh Kapuas 2022.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar menilai operasi tersebut bukan hanya dalam rangka mengejar kedisiplinan bagi para pengendara tetapi untuk keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara lain.

"Jadi menggunakan helm dan safety belt merupakan Keselamatan yang ditujukan pada diri sendiri. Tetapi ketika dijalan kedisplinan berhubungan dengan pengendara lain. Jika kecelakaan pribadi pun berhubungan dengan pengendara dan lingkungan lain," ujar Zulfydar Zaidar Mochtar Rabu 22 Juni 2022.

Kepala SMAN 3 Pontianak Sebut PPDB Berjalan Lancar Meski Server Sempat Lelet

Sebaliknya kata Zulfydar Zaidar Mochtar kalau seandainya pengendara tidak disiplin bisa mengakibatkan Kecelakaan dan menimbulkan persoalan pada orang lain.

"Operasi Patuh Kapuas 2022 merupakan bentuk perhatian kepada pengendara, ini bentuk sayangkan kepolisian kepada masyarakat yang apabila tidak menggunakan kewajiban yang seharusnya ini menyangkut nyawa dari masyarakat itu sendiri," ujar Zulfydar Zaidar Mochtar

Ia mencontohkan kasus di Sekadau dimana ada 2 kecelakaan akibat mabuk sambil berkendara yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 1 orang kakinya harus diamputasi.

"Ini merupakan dampak ketidakdisiplinan, dimana memang kita harusnya meyakinkan diri kita sendiri dalam rangka untuk kepentingan diri kita sendiri dan kepentingan orang lain. Maka dari itu tentu Operasi Patuh Kapuas 2022 ini tentu memberikan perhatian khusus bagi kita semua, memberikan peringatan buat kita semua agar lebih baik, disiplin dalam berkendara bagi roda 2 maupun roda 4," ujar Zulfydar Zaidar Mochtar

Ia juga mengingatkan kepada para pihak yang menggunakan kendaraan roda 6 atau tronton untuk mematuhi jam operasional.

"Saya mengingatkan yang mengendarai tronton menggunakan waktu sesuai dengan harapan dari masyarakat atau perda atau perwa yang telah diterbitkan terutama di Kota Pontianak, untuk masuk pada jam-jam yang telah ditentukan," ujar Zulfydar Zaidar Mochtar.

Kedua ia menyoroti kecepatan mobil roda 6 dan lebih untuk melamban karena memuat kapasitas besar hingga membawa peti kemas.

"Karena barang yang dibawa atau mobilnya kan berat sekali, jadi kalau ada apa-apa  pasti ndak bisa langsung ngerem karena mobilnya akan melancar. Nah, kita mengharapkan juga kedisiplinan kawan-kawan yang mengendarai mobil roda 60 atau lebih untuk lebih berhati-hati memasuki Kota Pontianak," harap Zulfydar Zaidar Mochtar.

Kota Pontianak kata Zulfydar Zaidar Mochtar sekarang sangat padat penduduknya ditambah masyarakat yang keluar masuk.

Diakui Zulfydar Zaidar Mochtar memang Kota Pontianak yang sekarang sudah berkembang dengan baik menuju kota metropolitan sehingga mobilitas tidak ada hentinya.

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan besar untuk kecepatannya bisa diatur sebaik-baiknya, perlahan-lahan masuk Kota Pontianak hingga ke pelabuhan dan sebaliknya," ujar Zulfydar Zaidar Mochtar.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada kepolisian Operasi Patuh 2022.

"Namanya juga operasi patuh artinya dalam rangka pembinaan masyarakat di Kalimantan Barat. Kita berharap tetap memberikan sinergi kepada masyarakat, tetap mengayomi masyarakat, memberikan saran dan pendapat nyata, memberikan peringatan dalam rangka untuk kebaikan kita semua," ujar Zulfydar Zaidar Mochtar. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved