Ketahui Perbedaan dan Gejala Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang Jadi Dalang Kasus Covid-19 Naik
Penyebab utama kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia diduga karena sebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
Gejala Omicron BA.4 dan BA.5
Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr Erlina Burhan, SpP(K) menyebutkan, tingkat keparahan gejala Covid-19 Omicron BA.4 dan BA.5 sama dengan subvarian Omicron sebelumnya.
Seperti diketahui, gejala Omicron cenderung lebih ringan ketimbang infeksi virus corona SARS-CoV-2 Delta dan varian pendahulu Omicron lainnya.
Hal ini tak lepas dari vaksinasi Covid-19 dan infeksi alami.
“Yang cukup menggembirakan, tapi saya kira jangan terlalu euforia juga, saat ini tidak ada indikasi perubahan tingkat keparahan BA.4 maupun BA.5," jelas Erlina dalam webinar, Minggu 12 Juni 2022.
• Waspada! Muncul Varian Baru Covid-19 BA.4 dan BA.5 yang Disebut Lebih Menular dari Omicron
Menurut Erlina, dari laporan sementara, penderita Covid-19 Omicron BA.4 dan BA.5 sebagian besar tidak bergejala dan merasakan gejala ringan.
Hanya satu penderita Covid-19 Omicron BA.5 yang merasakan gejala sedang.
Berikut beberapa gejala Omicron BA.4 dan BA.5 yang dirasakan penderita Covid-19 di Bali dan Jakarta:
- Tidak bergejala
- Sakit tenggorokan
- Badan pegal
- Demam
- Batuk
- Sakit kepala
- Badan lemas
- Mual atau muntah
- Sakit perut
- Sesak napas
(*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News