BREAKING NEWS - Dicurigai Terinfeksi Cacar Monyet, Remaja di Singkawang Dilarikan ke RSUD Soedarso
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Singkawang, Mursalin menerangkan, awalnya remaja laki-laki tersebut didiagnosa cacar air.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Seorang remaja asal Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang terpaksa dirujuk ke RSUD Soedarso Kota Pontianak.
Belakangan diketahui, remaja tersebut dicurigai terinfeksi virus Monkeypox atau Cacar Monyet yang berberapa waktu belakangan menggemparkan Eropa.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Singkawang, Mursalin menerangkan, awalnya remaja laki-laki tersebut didiagnosa cacar air biasa.
Namun, kecerugiaan Monkeypox kemudian muncul karena jumlah Papula atau benjolan kecil pada tubuh remaja tersebut terlampau banyak, melebihi cacar air pada umumnya.
• Berita Cacar Monyet Terbaru | Monkeypox Terdeteksi di Sperma , Potensi Menular Lewat Hubungan Intim
"Dokter memperkirakan, dicurigai (terinfeksi Monkeypox). Diagnosa awalnya adalah cacar air biasa, cuma karena Papula atau benjolan cacar airnya banyak, sehingga dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak," ujar Mursalin, Kamis 16 Juni 2022.
Lantaran dicurigai terinfeksi Monkey Fox, lanjut Mursalin, pihaknya menerapkan Prosedur Tetap (Protap) rujukan yang lebih ketat dengan menerapkan protokol kesehatan.
Hingga saat ini, remaja tersebut sudah dirawat di ruang isolasi di RSUD Soedarso Pontianak. Sementara pihaknya, masih menunggu hasil diagnosa dari RSUD Soedarso Pontianak terkait penyakit tersebut.
Selain itu, kasus suspect Moneypox ini, Mursalin katakan, sudah pihaknya laporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.
"Informasi yang kami dapatkan, pihak Provinsi juga sudah berkoordinasi dengan RSUD Soedarso yang merawat," katanya.
Sementara untuk penanganan orang yang kontak erat dengan suspect Monkeypox tersebut, Mursalin katakan, akan dipantau langsung petugas Puskesmas setempat, untuk memastikan tidak adanya penularan.
"Orang-orang yang kontak akan terus kami pantau, untuk melihat apakah terjadi penularan atau tidak," katanya.
Sampai saat ini, Mursalin mengatakan, suspect Monkeypox baru terjadi pada remaja tersebut. Ia berharap, tidak ada orang lainnya yang terindikasi suspect Monkeypox tersebut. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News