Penyakit Cacar Monyet Makin Menyebar! Seribu Kasus di 29 Negara Non-Endemik | Anak-anak Rentan !

WHO sangat perhatian dengan risiko virus ini bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan wanita hamil. Namun belum ada rencana vaksinasi global!

Editor: Ishak
BRIAN W.J. MAHY / CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION / AFP
Penyakit Cacar Monyet kini telah menyebar ke 29 negara. Anak-anak dan wanita hamil masuk kategori kelompok rentan. Selengkapnya di artikel ini Jumat 10 Juni 2022 / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memaparkan update terbaru terkait penyakit Cacar Monyet di seluruh dunia.

Terbaru, penyakit dari virus MonkeyPox yang awalnya hanya endemik di sejumlah negara benua Afrika itu, kini makin menyebar !

Dirangkum dari laman Kontan.co.id Jumat 10 juni 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sudah ada 29 negara non endemik yang terpantau mendeteksi keberadaan virus MonkeyPOx dan penderitanya tersebut. 

Dari 29 negara itu, tercapat sudah lebih dari 1.000 kasus cacar monyet terkonfirmasi di 29 negara yang bukan endemik penyakit tersebut.

Wabah Cacar Monyet Kini Tersebar di 27 Negara ! Jiran Indonesia , Singapura Deteksi Kasus Terbaru

Sejauh ini, tidak ada kematian di negara-negara tersebut.

"Kasus yang dilaporkan terutama, tetapi tidak hanya, di antara pria yang berhubungan seks dengan pria.

Beberapa negara sekarang mulai melaporkan kasus penularan komunitas, termasuk beberapa kasus pada wanita," kata Direktur Jenderal WHO  Tedros Adhanom Ghebreyesus , Rabu 8 Juni 2022 lalu dikutip dari situs WHO.

Penyakit Cacar Monyet Melesat Tiga Kali Lipat di Seluruh Dunia , Kalangan Homoseksual Terbanyak!

Menurut dia, Kemunculan cacar monyet yang tiba-tiba dan tidak terduga di beberapa negara non-endemik menunjukkan, mungkin ada penularan yang tidak terdeteksi selama beberapa waktu.

"Berapa lama, kami tidak tahu," ujarnya.

Yang jelas, Tedros Adhanom Ghebreyesus  mengatakan, risiko cacar monyet menjadi mapan di negara-negara non-endemik adalah nyata.

WHO sangat perhatian dengan risiko virus ini bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan wanita hamil.

Tapi, Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, skenario itu bisa dicegah.

WHO mendesak negara-negara yang terkena dampak untuk melakukan segala upaya untuk mengidentifikasi semua kasus dan kontak untuk mengendalikan wabah ini serta mencegah penyebaran selanjutnya.

Untuk mendukung negara-negara, Tedros Adhanom Ghebreyesus bilang, WHO telah mengeluarkan panduan tentang pengawasan dan pelacakan kontak, serta pengujian dan diagnosis laboratorium.

Cacar Monyet Makin Dekat ke Indonesia , Penumpang di Bandara Negara Jiran Terdeteksi Idap MonkeyPox

"Dalam beberapa hari mendatang, kami juga akan menerbitkan panduan tentang perawatan klinis, pencegahan dan pengendalian infeksi, vaksinasi, dan panduan lebih lanjut tentang perlindungan masyarakat," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved