Sambas Jadi Rute Masuk Narkoba, Anggota DPRD Sebut Pembentukan BNNK Terhalang Moratorium Pusat

belum adanya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Sambas juga perlu menjadi persoalan tersendiri.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Jamadin
Dok Humas DPRD Sambas
Anggota DPRD Sambas Ahmad Hafsak Setiawan SP. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota DPRD Kabupaten Sambas Ahmad Hafsak Setiawan SP mengapresiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Barat yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 30 Kg sabu dari arah Paloh, Kabupaten Sambas, beberapa waktu kemarin.

Legislator PPP ini menyebutkan Kabupaten Sambas sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, membuat Kabupaten Sambas tentu saja menjadi rute masuk barang haram tersebut.

"Ya, kita ketahui bersama kasus narkoba di Sambas sering terjadi dan telah diamankan pihak BNN, Pamtas dan kepolisian. Hal ini kita patut apresiasi, namun kewaspadaan patut kita tingkatkan mulai dari stakeholder, pemerintah, aparat keamanan semua harus bahu membahu mengamankan sambas dari narkoba," kata Ahmad Hafsak Setiawan, Kamis 9 Juni 2022.

Wakapolres Landak Pimpin Pres Release dan Beberkan 2 Kasus, Sri Harjanto: Narkoba Paling Menonjol


Selain itu, lanjut Hafsak, kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat juga sangat penting untuk dilakukan.

Kata dia, belum adanya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Sambas juga perlu menjadi persoalan tersendiri.

Dia mengatakan hal ini dikarenakan masih moratorium dari pemerintah pusat sementara Pemda Sambas telah menyiapkan lahan guna pembangunan Kantor BNNK Sambas.

"Tentunya dengan adanya BNNK di Sambas, bisa mempermudah dan mempercepat akses ke perbatasan dalam pencegahan masuknya narkoba. BNNK juga salah satu upaya untuk memperkuat keamanan di daerah perbatasan agar aksi penyeludupan narkoba tidak masuk ke Sambas, namun sayangnya pembentukan BNNK Sambas masih terhalang adanya moratorium dari pemerintah pusat," ujarnya.

Sehingga jika terbantuknya BNNK Sambas diyakini akan memperkuat upaya pencegahan dan perang melawan narkoba yang selama ini digencarkan dengan maksimal oleh Kepolisian, Pemerintah dan semua unsur di Kabupaten Sambas.

"Sejauh ini pihak kepolisian, BNN dan Pamtas bersama yang lainnya telah melaksanakan upaya maksimal untuk pencegahan masuknya narkoba, akan tetapi kita yakin dengan kehadiran BNNK di Sambas pengamanan terhadap narkoba akan semakin kuat," ucapnya. 

Dia mengungkapkan apabila moratorium dalam permbentukan dicabut maka pihanya sangat mendukung untuk dibentuknya BNNK di Kabupaten Sambas.

”Mengingat banyaknya kasus peredaran narkoba terutama yang masuk dari negeri tetangga maka harus menjadi keharusan untuk dibentuknya BNNK Kabupaten Sambas,” tuturnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved