Realitas Baru Dunia Pemasaran

Pada saat perusahaan raksasa asal silicon valley Amerika ini menyadari bahwa orang membutuhkan akses informasi secara lebih efektif dan efisien di int

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Aditya Andre Ramadhan Mahasiswa PS-MM Universitas Tanjungpura 

Oleh Aditya Andre Ramadhan


Mahasiswa PS-MM Universitas Tanjungpura

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Google, siapa yang tidak mengenal google ? Pada abad 22 yang serba canggih dan informatif seperti sekarang ini, rasanya hampir semua orang tau dan mengerti cara menggunakan mesin pencari nomor satu di internet ini. 

Bahkan saat ini, kita bisa berinteraksi langsung dengan hanya mengucapkan “hi google” untuk mengetahui segala hal. 

Pada saat perusahaan raksasa asal silicon valley Amerika ini menyadari bahwa orang membutuhkan akses informasi secara lebih efektif dan efisien di internet, google menciptakan mesin pencari canggih yang mampu mengelola maupun memprioritaskan pertanyaan. 

"Perusahaan ini menunjukkan kemampuan pemasaran yang brilian dan mengubah kebutuhan pribadi menjadi kesempatan bisnis yang menguntungkan. Inilah yang disebut pemasaran yang cerdas," kata Aditya dalam makalah yang ditulisnya, Rabu 8 Juni 2022.

Cegah Banjir Kembali Terjadi, PT Kartika Prima Cipta Tanam 1.000 Pohon

Menurut Philip Kotler, lanjut Aditya, pemasaran adalah tentang mengenali dan memenuhi kebutuhan manusia maupun sosial dimana bisa menciptakan keuntungan sekaligus. (Intisari Manajemen Pemasaran Kotler Keller Edidi ke 6).

Di lingkungan saat ini yang bergerak sangat cepat, di mana semua bersumber dari internet, di mana para konsumen, persaingan, tekhnologi dan kekuatan ekonomi bisa berubah dengan sangat cepat, para pemasar harus bisa cepat memilih fitur, harga dan pasar dengan mempertimbangkan seberapa besar pengeluaran untuk iklan, penjualan, dan pemsasaran online.

Pada Realitas Pemasaran baru, kondisi pasar sangat berubah semenjak 10 tahun belakangan. 

Di mana terdapat tiga kekuatan pasar utama dalam Realita Pemasaran Baru yakni yang pertama, Tekhnologi, yang mana Informasi dan data saat ini sudah sangat banyak beredar dimana Konsumen maupun produsen sama-sama memiliki akses untuk mendapatkan informasi tersebut melalui tekhnologi. 

Saat ini pemahaman “Informasi adalah kekuatan” telah bergeser menjadi Berbagi Informasi adalah kekuatan”. Boston Consulting Group sendiri sudah mengingatkan bahwa pemasar harus lebih konsisten saat ini dalam memanfaatkan tekhnologi di area digital dengan konsen melakukan pemasaran pada e commerce, internet mobile dan penetrasi web di emerging market. 

"Bahkan perusahaan jasa keuangan seperti perbankan seperti bank BRI yang cenderung konvensional dalam pemasaran lendingnya, sudah menerapkan tekhnologi handphone yang bisa dibawa secara mobile untuk proses analisa, perhitungan kredit, penilaian resiko, bahkan penguncian wilayah daerah pemasaran bagi para marketingnya melalui geo tagging maps agar seorang marketing Bank bisa lebih fokus menggarap sesuai wilayah binaan masing-masing. (MediaBUMN.Com “Bank BRI Luncurkan Aplikasi BRISPOT - Berita Harian BUMN)," jelasnya.

Yang kedua, Globalisasi, dunia terasa kecil saat ini, di mana informasi sangat mudah diakses, transportasi yang menjangkau banyak tempat, jasa logistik yang dengan service area mendunia dan tekhnologi komunikasi yang mempermudah kita untuk mengetahui seluruh dunia, bepergian, membeli dan menjual sesuatu dimanapun kita berada. 

"Perusahaan saat ini dapat mengambil ide dan ajaran pemasaran dari salah satu negara, sekaligus menerapkannya di negara lain," ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved