Ketua Masjid Babul Jannah Minta Dinas Terkait Awasi Hewan Kurban Agar Tak Positif PMK
Rusli mengatakan pihaknya telah membentuk panitia Qurban untuk persiapan pelaksanaan Salat Iduladha dan pemotongan hewan qurban hingga pembagiannya.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS -- Ketua Masjid Babul Jannah Sambas, H Rusli mengatakan pihaknya cukup mengkhawatirkan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi menjelang hari Raya Iduladha, Rabu 8 Juni 2022.
H Rusli mengatakan pihaknya meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait untuk mengawasi hal tersebut.
“Kami membentuk panitia Qurban untuk hari Raya Iduladha dan kami meminta dinas terkait untuk mengawasi penyakit tersebut,” kata H Rusli kepada Tribun Pontianak, Rabu 8 Juni 2022.
• Truk Pasir Seruduk Rumah Warga di Desa Lorong Sambas, Anak-anak di Sekitar Hampir Jadi Korban
Rusli mengatakan pihaknya telah membentuk panitia Qurban untuk persiapan pelaksanaan Salat Iduladha dan pemotongan hewan qurban hingga pembagiannya.
“Kami sudah membentuk panitia untuk mengatur pelaksanaan salat Iduladha dan pemotongan hewan qurban. Kemudian panitia juga mempunyai tugas menghimpun dana dari orang yang akan berkurban,” ucapnya.
Sementara ini, kata Rusli baru satu ekor sapi yang sudah pasti akan kurban. Namun panitia masih membuka bagi pihak yang ingin berkurban.
“Biasanya kami paling telat sampai dua minggu sebelum Hari Raya Qurban. Jadi sekarang kami masih membuka,” tuturnya.
Dia berujar setiap tahun rata-rata 4-5 ekor sapi dikurbankan di Masjid Babul Jannah. Sementara itu kambing sebanyak 2-3 ekor.
“Rata-rata 4 hingga 5 ekor sapi kurban setiap tahun, kami juga menyediakan tempat khusus untuk pemotongan hewan, supaya tidak menjadi tontonan masyarakat umum dan mencegah hal yang tak diinginkan,” katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News