Mengaku Anggota TNI AL dan Tipu Seorang Wanita, Seorang Pria di Pemangkat Divonis 9 Bulan Penjara

Keesokan harinya dilakukan pengecekan oleh keluarga korban terdakwa bukanlah Anggota TNI AL yang bertugas di Posmad AL Pemangkat

Penulis: Imam Maksum | Editor: Jamadin
Net
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Seorang pria di Pemangkat berinisial UA mengaku anggota TNI AL di Batalyon Marini Posmad AL Pemangkat untuk melamar seorang wanita.

Namun rangkaian aksi pembohongan itu terbongkar saat UA tak kunjung hadir pada prosesi lamaran.

“Peristiwa bermula ketika Terdakwa UA berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook Messenger kemudian berlanjut di media sosial Whatsapp pada 21 Desember 2021 sekitar pukul 18.30 WIB,” ujar Humas Pengadilan Negeri Sambas, Hanry Ichfan Adityo, S.H., M.Kn dalam keterangan tertulis kepada Tribun Pontianak, Selasa 7 Juni 2022.

Hanry Ichfan Adityo, S.H., M.Kn mengungkapkan, terdakwa mengaku sebagai Anggota TNI AL dengan pangkat PRADA dan bekerja di Posmad AL Pemangkat di kesatuan Batalyon Marinir sambil mengirimkan foto anggota Marinir memakai pakaian dinas lengkap.

Catut Nama Bupati Melawi, Sebuah Akun Facebook Lakukan Serangkaian Penipuan

Hingga pada akhirnya, terdakwa memutuskan melamar korban yang sebelumnya terdakwa beralasan sedang tidak memegang uang untuk melamar karena uang dan Kartu ATM-nya dipegang oleh Danton dan uang tersebut berjanji akan diganti saat Danton hadir saat acara lamaran.

“Selama berkenalan dengan korban, terdakwa telah berhasil meminjam uang sebesar Rp5 Juta yang ternyata digunakan untuk menyewa kost dan membeli emas berupa cincin sebanyak 2 cincin dengan harga Rp700 ribu dan sisanya dipakai untuk keperluan sehari-harinya,” jelasnya.

Dia mengatakan, akhirnya aksi rangkaian kebohongan terbongkar bermula dari kecurigaan keluarga korban pada saat acara lamaran.

Dimanaa orangtua/keluarga terdakwa serta Danton dan Danpos yang dijanjikan datang tersebut tak kunjung hadir. 

“Keesokan harinya dilakukan pengecekan oleh keluarga korban terdakwa bukanlah Anggota TNI AL yang bertugas di Posmad AL Pemangkat,” ucapnya.

Dia mengatakan, dalam persidangan terdakwa dituntut oleh Kejaksaan Negeri Sambas dengan tindak pidana penipuan Pasal 378 KUHPidana dan kemudian diputuskan bersalah oleh Majelis Hakim 9 (sembilan) bulan penjara. 

Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim melihat adanya unsur kesengajaan sehingga menimbulkan banyak kerugian bagi korban. 

Sebagai pembelaan, terdakwa mengaku frustasi akibat sudah berulang kali gagal menjadi Anggota TNI dan menilai tidak ada wanita yang mau dengan dirinya apabila tidak memiliki status terpandang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved