Catut Nama Bupati Melawi, Sebuah Akun Facebook Lakukan Serangkaian Penipuan

Akun palsu tersebut melakukan penipuan dengan membuat postingan terkait penawaran masuk CPNS atau ada pengangkatan dari TKD menjadi PNS. Tak hanya itu

Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tangkapan Layar Akun Facebook Palsu yang mencatut nama Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Sebuah Akun Facebook mencatut nama populer Bupati Melawi dengan nama akun Dadi Sunarya Usf. Tak hanya mencatut namanya, akun palsu tersebut juga melakukan serangkaian aksi penipuan dengan modus memanfaatkan popularitas Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa.

Akun palsu tersebut melakukan penipuan dengan membuat postingan terkait penawaran masuk CPNS atau ada pengangkatan dari TKD menjadi PNS. Tak hanya itu, Ia bahkan memposting tawaran untuk masuk TNI dan Polri.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa meminta pengguna media sosial seperti Facebook untuk berhati–hati dan tidak langsung mempercayai terkait postingan akun media Sosial palsu yang mengatasnamakan dirinya.

Jamin Kamseltibcarlantas & Kondusifitas Kamtibmas, Polres Melawi Lakukan Pengamanan Sholat Tarawih

”Jika ada chat melalui mesengger atau apapun bentuknya jangan percaya. Karena ada beberapa kawan juga yang di komunikasi melalui mesengger meminta Transfer dengan alasan meminjam dengan dalih nanti mengembalikannya pas balik ke pinoh. Bahkan ada juga tawaran dapat memasukkan menjadi PNS, TNI, Polri," ujarnya. Selasa 12 April 2022.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh pemilik akun palsu tersebut bukanlah tindakan yang terpuji, karena tujuannya dipastikan akan meminta uang dan bila ada warga yang menjadi penipuan korban akun palsu tersebut untuk segera melapor ke Polisi.

Oleh karena itu, Ia mengimbau bagi masyarakat pengguna media sosial agar mengabaikan percakapan di akun palsu tersebut.

”Karena kita ketahui untuk masuk di ASN ataupun TNI, Polri ada mekanisme atau tahapan tes yang memiliki mekanisme tersendiri seusai mekanisme intansi terkait. Tidaklah mungkin seorang Kepala Daerah menawarkan hal-hal seperti itu di media Sosial.  Karena untuk masuk PNS, TNI dan Polri melalui tes memiliki tahapannya atau ada prosedurnya," jelasnya.

Kemudian, Bupati juga menghimbau bagi para netizen pengguna media sosial khusus Facebook, untuk tidak menerima dan meminta pertemanan dari akun Facebook palsu ini.

"Yang pasti jangan meminta dan menerima pertemanan dari akun facebook tersebut. Akun itu sudah jelas palsu, jelas bukan akun saya,” pungkasnya. (*)

[Update informasi Seputar Kabupaten Melawi]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved