Antisipasi Kasus Cacar Monyet, RSUD Soedarso Siapkan Ruangan Isolasi untuk Pasien
Penyakit cacar monyet atau monkeypox bisa menular melalui kontak erat manusia atau benda yang terkontaminasi dengan virus cacar monyet.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Direktur (Wadir) 1 Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso, Eni Nuraeni mengatakan kesiapannya menghadapi seandainya terdapat penyebaran penyakit cacar monyet atau monkeypox di Kota Pontianak atau Kalimantan Barat.
"Beruntungnya cacar monyet tidak ditularkan melalui airbone. Tapi karena ini bagian dari penyakit emerging yang berpotensi wabah kita pun menyiapkan tempatnya, di ruang isolasi," ujar Eni ditemui Tribun Pontianak, Kamis 2 Juni 2022.
Penyakit cacar monyet atau monkeypox bisa menular melalui kontak erat manusia atau benda yang terkontaminasi dengan virus cacar monyet.
• Rita Pastikan Belum Ada Pasien Puskesmas Antibar yang Terpapar Cacar Monyet
"Di tempat isolasi yang sudah disiapkan satu pasien satu kamar dan terpisah dari pasien lain. Total disana ada 44 bed, disana bisa dipakai jika ada ledakan cacar monyet, satu pasien satu kamar tidak bersentuhan," ujarnya.
Penularan cacar monyet ini bisa terjadi melalui darah, air liur, cairan tubuh dan diduga bisa menular melalui pernapasan.
"Meski satu ruangan dengan isolasi tetapi tidak mengapa karena tidak akan berhubungan dan bersentuhan kulit," ujarnya.
Ia juga mengatakan kesiapan tim medis RSUD Soedarso dalam pelayanan.
"Dari sisi tenaga medis juga sudah siap, biasanya kami rekrutmen tenaga relawan per 3 bulan. Jika 3 bulan kasus menurun diberhentikan, jika 3 bulan melonjak lagi kita rekrut kembali. Harapannya jangan sampai cacar monyet ada di Indonesia," ujarnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News