ASITA Kalbar Minta Proses Screening Calon Karyawan di Bandara Lebih Ketat dan Profesional

Bahkan menurutnya, kejadian pembobolan terhadap koper penumpang oleh oknum porter tersebut, diduga tidak hanya dilakukan oleh mereka.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD LUTHFI
Aktivitas di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Jl. Arteri Supadio, Kab. Kubu Raya, Kamis, 28 April 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies atau Asosiasi Travel Agent (ASITA) Kalimantan Barat, Ifan Ronaldo Barus menyampaikan, kepada Perusahaan Ground Handling pada maskapai agar proses screening calon karyawan harus lebih ketat dan profesional sehingga karyawan yang dipilih benar-benar orang yang berkompeten.

Hal ini, ia sampaikan menyusul adanya kasus pembobolan terhadap koper penumpang oleh oknum porter.

Menurutnya kejadian tersebut bukan kalo pertamanya. Untuk itu, dirinya meminta agar proses screening calon karyawan nantinya agar lebih ketat dan bisa memilih karyawan yang memang kerja jujur dan tidak melakukan tindakan yang fatal itu.

"Sehingga tidak sembarangan orang masuk menjadi karyawan. Kalau kejadian berulang kali artinya mereka harus lebih ketat screening calon karyawan dan penumpang mestinya sama-sama menjaga," jelasnya, Senin 30 Mei 2022.

Pembobolan Koper Penumpang, Suib Minta Keamanan di Bandara Ditingkatkan

Terkhusus kata dia, pesawat yang tumpangi oleh penumpang yang menjadi korban pembobolan tersebut merupakan pesawat yang dikenal dan seharusnya tidak mencemaskan penumpang yang telah membawa barang-barang berharga.

"Maka bahaya sekali jika memiliki karyawan yang salah orang, karena dampaknya bukan hanya ke mereka pihak Bandara ataupun perusahaan, tetapi bahaya ke kita juga dan penumpang," jelasnya.

Ia menilai, kejadian pembobolan oleh oknum porter tersebut sangat mencemarkan termasuk bagi ASITA Kalbar yang notabenenya sebagai biro membawa tamu yang datang untuk berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Kalbar.

"Kita sebagai biro yang membawa tamu menilai, bahwa kejadian ini sangat fatal apalagi kejadian ini terjadi kepada wisatawan tidak hanya biro wisata, tapi Kalbar khususnya juga terdampak. Kita khawatir para wisata untuk berkunjung ke Kalbar nantinya menjadi jera," jelasnya.

Pasalnya, kata dia sektor keamanan bagi penumpang maupun wisatawan merupakan hal yang utama yang harus dijaga dan dipastikan.

Dengan demikian, lanjutnya, wisatawan maupun warga dari luar tak segan untuk berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Kalbar maupun lainnya.

"Keamanan menjadi salah satu faktor utama untuk menarik wisatawan berkunjung," tandasnya.

Bahkan menurutnya, kejadian pembobolan terhadap koper penumpang oleh oknum porter tersebut, diduga tidak hanya dilakukan oleh mereka.

"Mereka mungkin tidak kerja sendiri, karena ada barang berharga di dalamnya. Artinya barang itu mereka sudah tau dan milik siapa, tidak mungkin mereka (porter) kerja sendiri. Terkecuali barang yang satu pesawat itu kuncinya rusak, tapi jika hanya barang itu yang dibobol dan barang yang lain tidak berarti mereka tau bahwa penumpang membawa barang berharga," ungkapnya.

Untuk itu, ia juga meminta kepada pihak kepolisian maupun penegak hukum agar bisa mengusut tuntas pelaku dan dibalik kejadian tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved