Maulana Yasin Sebut Literasi dan Inklusi Keuangan Gen Z Berada di Level 44,04 Persen

Gen Z memiliki peran yang besar dalam meningkatkan inklusi keuangan dan memberikan pengaruh pada pembangunan bangsa ini kedepannya

Penulis: Maskartini | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ MASKARTINI
Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa di Kalbar yang berlangsung di Teater 1 Gedung Konferensi Untan Pontianak, 24 Mei 2022   

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor OJK Provinsi Kalimantan Barat, Maulana Yasin mengatakan berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, bahwa terdapat 27,94 persen penduduk Indonesia yang masuk ke dalam kelompok Generasi Z (Gen Z). 

Tujuh tahun lagi, seluruh Gen Z tersebut akan berada pada kelompok usia produktif sehingga menjadi peluang dan tantangan bagi Pemerintah Indonesia dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Berdasarkan data hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2019, Gen Z memiliki tingkat literasi keuangan yang sudah cukup baik, yaitu berada di level 44,04 persen, di atas rata-rata tingkat literasi keuangan nasional yang saat ini berada pada level 38,03 persen," ujar Maulana Yasin saat Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa di Kalbar yang berlangsung di Teater 1 Gedung Konferensi Untan Pontianak, 24 Mei 2022.

Data tersebut kata Maulana yang menggembirakan juga adalah semangat generasi muda untuk menggunakan produk jasa keuangan tergambarkan pada tingkat inklusi keuangan yang mencapai 82,06 persen, lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 76,19 persen.

Dua Kampung Literasi Binaan PLN Kalbar Raih Predikat Perpustakaan Terbaik Kota Pontianak

"Gen Z memiliki peran yang besar dalam meningkatkan inklusi keuangan dan memberikan pengaruh pada pembangunan bangsa ini kedepannya. Oleh karena itu, kita perlu membekali para Gen Z dengan literasi keuangan yang baik mengingat produk maupun layanan jasa keuangan tidak dapat lepas dalam mendukung aktivitas kita sehari-hari. Berkaca pada hal tersebut maka literasi keuangan telah menjadi essential life skill yang sangat penting bagi Gen Z," ujarnya.


Upaya OJK

Sebagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan, OJK secara terencana dan sistematis menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan yang didukung dengan aliansi strategis antara OJK dengan Kementerian atau Lembaga terkait, Pelaku Usaha Jasa Keuangan serta berbagai komunitas di masyarakat.

Selain itu, OJK telah menyediakan infrastruktur berupa Buku Seri Literasi Keuangan melalui pendekatan life cycle, dimulai dari buku saku literasi keuangan bagi calon pengantin dan buku perencanaan keuangan keluarga, selanjutnya untuk tingkat pendidikan formal juga telah tersedia mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Upaya peningkatan literasi keuangan berbasis digital pun terus ditingkatkan, salah satunya dengan menerapkan Massive Open Online Course melalui penyediaan Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan yang merupakan sistem pembelajaran dan pelatihan terintegrasi yang menjadi pusat penghubung untuk pembelajaran, pelatihan, dan manajemen pengetahuan dalam mempelajari materi literasi keuangan. 

"Pengembangan LMS tersebut bertujuan untuk memudahkan kegiatan belajar dan pelatihan materi literasi keuangan, memperluas akses peserta terhadap sarana dan prasarana edukasi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, mempercepat proses pembelajaran terkait materi literasi keuangan serta memetakan tingkat pemahaman materi terkait literasi 
keuangan," ujarnya.

LMS Edukasi Keuangan berisi kurikulum edukasi yang terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu Basic, Intermediate dan Advance dimana saat ini terdapat 10 modul yaitu Pengenalan OJK dan Waspada Investasi Ilegal, Perencanaan Keuangan, Perbankan, Pasar Modal, Asuransi, Lembaga Pembiayaan, Dana Pensiun, Pergadaian, Digital Financial Literacy, dan Financial Technology Peer to Peer Lending. 

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk nantinya dapat menambah pengetahuan terkait literasi keuangan melalui platform pembelajaran mandiri Learning Management System Edukasi Keuangan OJK dengan mengakses situs website https://lmsku.ojk.go.id.

"Semoga pemanfaatan infrastruktur dan pelaksanaan kegiatan webinar edukasi keuangan dapat  mengakselerasi peningkatan literasi keuangan masyarakat," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved