Dua Kampung Literasi Binaan PLN Kalbar Raih Predikat Perpustakaan Terbaik Kota Pontianak

Selain berusaha meningkatkan literasi di kota Pontianak, kami juga berusaha untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

Editor: Nina Soraya
Dok/PLN Kalbar
Founder Kampung Literasi Selamat (Kalise) Annisa Maharani Nasran menunjukkan piala dan piagam sebagai Perpustakaan Terbaik di Kota Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Peringatan Hari Kartini kemarin menjadi momen terindah bagi Annisa Maharani Nasran, Founder Kampung Literasi Selamat (Kalise), binaan PLN Kalbar berhasil menorehkan prestasi.

Kalise sukses mendapatkan predikat juara pertama sekaligus terbaik dalam ajang lomba perpustakaan se-Kota Pontianak.

Peringkat kedua diraih Kampung Literasi Bank Sampah Rosella, yang juga merupakan binaan PLN Kalbar.

"Kalise menjadi binaan program TJSL PLN sejak Bulan Desember tahun 2019 lalu. Sejak dibina oleh PLN Kalbar, Kalise jauh lebih maju dan terus berkembang," ungkap Annisa.

Dikatakannya, perpustakaan ini merupakan bagian dari indikator baca tulis Kalise.

Dengan menjadi juara pertama se-Kota Pontianak, selanjutnya Kalise akan menjadi perwakilan pada ajang yang sama ditingkat provinsi.

Lebih lanjut dijelaskannya, Keberadaan Kalise secara umum merupakan gambaran literasi apa saja yang ada di kota Pontianak.

"Selain berusaha meningkatkan literasi di kota Pontianak, kami juga berusaha untuk melestarikan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat, agar kota Pontianak kedepannya dapat menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Kalimantan Barat," jelas Annisa.

Selain baca tulis, Kalise juga mengembangkan seni budaya, kuliner khas daerah, pendidikan, kesehatan, agama, dan ekonomi kreatif.

Founder Annisa Jelaskan Tujuan dan Awal Berdirinya Kalise Smart Village

"Untuk perpustakaan Kalise sendiri, ada 3.500 koleksi buku.

Karena Pemustaka lebih didominasi oleh usia anak sekolah, maka koleksi buku bacaan banyak berupa cerita anak dan buku pelajaran.

Sementara untuk remaja dan Ibu-ibu rumah tangga ada ensiklopedia, buku seputar kuliner, budi daya, keterampilan, seni budaya, dan juga buku-buku keagamaan," tutur Annisa.

Diakuinya, minat baca masyarakat dilingkungan Kalise cukup tinggi, rata-rata tiap bulan sekitar 150 hingga 200 pengunjung.

Sementara data peminjaman buku perbulan antara 40 hingga 50 judul buku.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved