Doa Katolik
Orang Kudus Katolik Santo Agustinus Yi Kwang-Hon Perayaan 24 Mei
Ia berasal dari keluarga bangsawan Kwangju Yi, yang mana pada masa penganiayaan tahun 1801, banyak anggota keluarga bangsawan ini yang gugur.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Mendalami ajaran Kristiani membuat Yi Kwang-hon merasa bagai dilahirkan kembali.
Dia kini dapat melihat pola hidupnya selama ini yang tidak lebih baik daripada seekor binatang buas.
Dia merasa menyesal akan dosa masa lalunya dan berharap dapat meneladani hidup Santo Agustinus yang pernah menjalani kehidupan yang bebas dan penuh dosa di masa muda sebelum akhirnya bertobat.
Setelah belajar katekese selama beberapa waktu, Yi Kwang-hon kemudian dibabtis dengan nama Agustinus.
Hidup Agustinus Yi Kwang-Hon pun berubah.
Ia berhenti minum anggur dan jarang meninggalkan rumah.
Ia kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk berdoa dan merenung sendirian.
Suatu hari, dia memanggil istri bersama adiknya, lalu berkata kepada mereka,
"Beberapa waktu yang lalu saya mendengar tentang Gereja Katolik.
Pemerintah telah menyatakan ajaran ini sebagai ajaran terlarang.
Tetapi menurut saya, ajaran iman Katolik membuat yang lain (kehidupan duniawi) tampak tiada berarti.
Sama seperti adanya matahari dan bulan, dibalik itu semua terdapat Tuhan yang sejati.
Karena itu daripada saya mempercayai ajaran ini sendirian, betapa baiknya jika istri dan saudara lelaki saya juga ikut percaya bersama saya.
Bagaimana menurut kalian.? "
Istri dan adiknya pernah mendengar tentang Gereja Katolik, dan mereka setuju untuk bergabung dengannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Orang-Kudus-Katolik-Santo-Agustinus-Yi-Kwang-Hon-Perayaan-24-Mei.jpg)