Kunjungi Kabupaten Mempawah, Zulkifli Hasan Tegaskan Politik Identitas Harus Diakhiri

"Terimakasih atas sambutannya, terimakasih kepada Ketua DPRD Mempawah yang telah hadir, kepada rekan-rekan dari Partai Golkar, PPP, dan pengurus Parta

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Wakil Ketua MPR RI, yang juga merupakan Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hasan, saat menyampaikan sambutan pada kunjungannya di Mempawah, Senin 16 Mei 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wakil Ketua MPR RI, yang juga merupakan Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja sekaligus halal bihalal di Kabupaten Mempawah bersama Pemerintah Daerah, Pengurus PAN Kabupaten, tokoh masyarakat, dan para Kader Partai PAN, di Wisma Chandramidi Mempawah, Senin 16 Mei 2022.

Kedatangan Zulkifli Hasan bersama rombongan, disambut langsung oleh Ketua DPD PAN Mempawah, Ridwan HM Yusuf, bersama Ketua DPRD Mempawah, Ria Mulyadi, dan Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, serta dijamu makan siang di Rumah Makan Koppel, Kecamatan Mempawah Hilir.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan di Wisma Chandramidi untuk halal bihalal dan sesi tanya jawab antara Ketum PAN dan tamu yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan, mengucapkan terimakasih atas penyambutan yang diberikan, dan kepada tamu undangan yang hadir.

"Terimakasih atas sambutannya, terimakasih kepada Ketua DPRD Mempawah yang telah hadir, kepada rekan-rekan dari Partai Golkar, PPP, dan pengurus Partai PAN Mempawah," ujarnya.

Patroli Vaksinasi Polres Mempawah akan Dilaksanakan di Taman Aulia Rubini Selasa Malam

Selain itu sebagai pembuka sambutannya, Zulkifli Hasan juga berpesan untuk meninggalkan politik identitas.

"Politik identitas itu harus dihilangkan, jangan lagi tanya asal usulnya. Nanti dikit-dikit kadrun, dikit-dikit radikal. Jadi kita pengap juga mendengarnya. Maka tidak boleh lagi ada Politik Identitas tersebut," tegasnya.

Maka dari itu kata Zulkifli Hasan, Politik Identitas harus diakhiri, seperti bagaimana cita-cita bangsa Indonesia merdeka.

"Sebenarnya konsepnya ini sudah lama, seperti cita-cita bangsa Indonesia merdeka, yakni jalan tengahnya tidak lagi membahas siapa kita dan tidak usah lagi itu dipertengkarkan. Ada Melayu, Arab, China, sudah tidak usah lagi dipertengkarkan. Memang kita beragam, namun tujuan kita sama untuk berbangsa," terangnya.

"Nah, Kebhinekaan ini sebenarnya kita anggap suatu Rahmat yang memang telah ditetapkan oleh Allah. Dan dengan keberagaman ini sebetulnya bukan menjadi suatu permasalahan, namun akan menjadi suatu kekuatan budaya nasional," terangnya.

Dikatakan Zulkifli Hasan, untuk memajukan Indonesia yang harus ditawarkan ialah bagaimana konsep-konsep gagasan.

"Jadi jangan lagi ada bahasa radikal radikul, itu adalah fikiran orang yang tidak punya gagasan, tidak punya konsep untuk memajukan Indonesia, hanya meluapkan kemarahan saja itu sebetulnya. Maka kita (PAN) bersama Golkar, dan PPP, ingin merumuskan menjadikan Bangsa Indonesia yang maju," terangnya.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab antara Zulkifli Hasan dan tamu undangan yang hadir. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved