Awal Mula Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK Terdeteksi di Kalbar, Berasal dari Kambing Daerah Ini

Penemuan PMK pada hewan bermula dari laporan adanya 3 ekor kambing di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah.

Penulis: Maskartini | Editor: ruddy
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dok Disbunnak
Petugas memeriksa seekor kambing yang diduga mengidap penyakit mulut dan kuku alias PMK. Penyakit pada hewan ini sudah terdeteksi masuk Kalbar beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Penyakit mulut dan kuku alias PMK pada hewan sering menjadi permasalahan serius menjelang Hari Raya Idul Adha.

Betapa tidak di saat kebutuhan warga akan daging kurban, justru dihantui masalah PMK.

Di Kalimantan Barat wabah PMK mulai terdeteksi setelah dinas terkait melakukan investigasi menyeluruh terhadap kondisi hewan yang akan dijual menjelang hari raya kurban.

Bahkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, M Munsif mecatat, dat per 13 Mei 2022, ditemukan 14 ekor  ternak di Kalbar positif PMK. Dan sebanyak 193 ekor masuk kategori suspect.

Penemuan PMK pada hewan bermula dari laporan adanya 3 ekor kambing di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah.

Mendapati laporan, tim investigasi Pelayanan Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Klinik Hewan Kalbar serta Tim Kesehatan Hewan Kabupaten Mempawah bergerak.

Kejadian diawali dengan laporan dari Pak Romi (Perintis Jaya Farm) yang berlokasi di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah pada ternak kambing sejumlah 3 ekor yang mengalami gejala suspek PMK.

Cegah PMK, Kasat Binmas Polres Melawi & Anggota Laksanakan Monitoring dan Pengecekan Hewan Ternak

Lalu dilakukan investigasi lanjutan dengan tracing ternak yang satu kapal dengan ternak kambing milik Pak Romi dan didapatkan kontak ternak milik pak Adi yang berlokasi di Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Saat observasi terdapat satu ekor yang mengalami gejala klinis suspek PMK. Disaat yang bersamaan terdapat laporan di Instalasi Karantina Hewan sapi sejumlah 50 ekor yang satu kapal dengan ternak kambing Pak Romi dan Pak Adi mengalami gejala klinis suspek PMK.

Adapun kronologi lengkapnya adalah sebagai berikut: Pada 25 April 2022  Pak Romi mendatangkan 11 ekor hewan ternak, 1 ekor mati, 2 ekor dijual, 8 ekor di bawa ke jungkat Mempawah.

Pak Adi mendatangkan kambing 50 ekor dari Madura ke Desa Madu sari Sungai Raya, Kubu Raya.

Pada 27 April 2022, kambing dijual ke Pontianak sejumlah 6 ekor. Lalu pada 29 April 2022 kambing awalnya di kandang 1 ekor sakit dengan gejala klinis demam, tidak mau makan, mulai diberikan obat-obatan.

Pada 1 Mei 2023 seluruh kambing yang tersisa 3 ekor menunjukkan gejala pincang dan luka pada kukunya.

Dan pada 7 Mei 2022 ada laporan suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) 3 ekor pada kambing di Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved