SMA Negeri 3 Pontianak Sudah Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen
“Jelas PTM, kalau daring itu tidak bisa dua arah. Kalau PTMkan dua arah, bisa diskusi, diskusi kelompok antara teman, diskusi dengan gurunya. Kalau da
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala sekolah SMA N 3 kota Pontianak, Wartono. sPd.M.Pd, menyampaikan bahwa SMA N 3 Pontianak sudah mulai melakukan aktivitas pembelajaran sejak tanggal 9 Mei 2022, dan sudah memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.
“Mulai tanggal 9 Mei, kita beranikan 100 persen, tapi maksimal hanya enam jam pelajaran, dari pukul 07.00 wib s.d pukul 11.30 wib. Walaupun SKBnya empat Menteri mensyaratkan vaksinasinya di atas 60 persen katanya yang terbaru. Tapikan kita masih ada Surat Edaran yang kemarin juga belum dicabut juga. Ya pokoknya asal kita Prokesnya ketat, kemudian kita antisipasi,” jelasnya, Rabu, 11 Mei 2022.
Menurut penuturan Wartono, Pembelajaran Tatap Muka sangat efektif dalam aktivitas pembelajaran.
Ia menilai dengan diberlakukannya PTM, murid lebih mudah untuk memahami materi pembelajaran.
Karena jika diberlakukan PTM, diskusi materi pembelajaran antara guru dan murid akan sangat efektif. Selain itu menurut penuturannya, pembelajaran secara Daring (Dalam Jaringan) cukup memakan biaya.
“Jelas PTM, kalau daring itu tidak bisa dua arah. Kalau PTMkan dua arah, bisa diskusi, diskusi kelompok antara teman, diskusi dengan gurunya. Kalau daring mau diskusi buat grup-grupnya, kan mahal biayanya, untuk tatap mukanya kan harus video call, kendalanyakan banyak,” ujarnya.
Dirinya berharap, agar evaluasi tiga minggu pasca libur lebaran mendapatkan hasil yang baik.
• PTM 100 Persen Berjalan Lancar, Sugeng Imbau Jelang Libur Lebaran Guru dan Siswa Tetap Taat Prokes
Lanjut Wartono menerangkan, jika evaluasi tersebut mendapatkan hasil yang baik, diharapkannya Pemerintah segera mengambambil sikap menetapkan Pandemi Menjadi Endemik. Agar tahun ajaran baru, pembelajaran tatap muka sudah dapat berjalan secara maksimal.
Karena menurutnya, dua tahun selama masa pandemi sangat mempengaruhi proses penting pembelajaran di sekolah.
“Harapannya kedepan semoga saja Pemerintah segera mengambil sikap untuk mengendemikkan, kalau memang tidak ada penularan. Kan mau dievaluasi selama tiga minggu ini katanya Pemerintahkan. Semoga hasil evaluasinya itu membaik,” harapnya.
“Tahun ajaran baru itu bisa tatap muka optimal seperti biasanya, tidak lagi berlevel-level PPKM. Kalau sudah endemikkan, Insha Allah tidak ada level-level PPKM. Karena kehilangan waktu pembelajaran dua tahun itu luar biasa kehilangan secara pengetahuannya juga, secara karakternya juga, disiplin dan sebagainya,” tukasnya.
Sementara satu di antara siswa SMA Negeri yang ada di Kota Pontianak, Arif, merasa senang dengan diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.
“Senang, soalnya bertemu dengan semua teman di sekolah. Kalau daringkan palingan cuman lihat teman dan guru dari hp atau laptop,”
Lanjut siswa kelas 3 SMA ini mengungkapkan alasannya senang karena sudah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Hal ini di karenakan tahun pertama dan kedua dirinya masuk sekolah ada di saat pandemi Covid - 19.