PTM 100 Persen Berjalan Lancar, Sugeng Imbau Jelang Libur Lebaran Guru dan Siswa Tetap Taat Prokes
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng mengatakan berdasarkan laporan dilapangan sejauh ini PTM ditiga daerah terseb
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tiga Daerah di Kalimantan Barat yang sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau. Sebab syarat vaksinasi dosis dua lansia sudah mencapai 50 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng mengatakan berdasarkan laporan dilapangan sejauh ini PTM ditiga daerah tersebut masih berjalan lancar.
“Kalau yang paling lama sudah PTM di Sanggau juga kelihatannya tidak ada masalah, jadi pokoknya daerah yang sudah vaksinasi lansia tahap dua diatas 50 persen itu sudah boleh melakukan PTM 100 persen dengan 6 jam pelajaran,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 17 April 2022.
• SOAL Ujian Sekolah PKn Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban USBN / US Pilihan Ganda dan Essay
Sugeng berharap kedepannya capaian vaksinasi lansia di daerah lainnya di Kalbar yang belum mencapai 50 persen dapat digenjot lagi.
“Kalau selain tiga daerah tersebut memang masih PTM 50 persen . Akhirnya guru agak capek, istilahnya yang biasanya kasi 1 materi harusnya sekaligus, tapi karena PTM 50 persen harus dua kali,”ujarnya.
Lalu yang biasanya murid masuk 36 orang dalam satu kelas, tapi karena PTM 50 persen dibagi dua hanya 18 orang dan bergantian.
“Tapi di masa pandemi kita hanya belajar mata pelajaran inti dan ditambah pengayaan dari gurunya. Secara umum memang aturan pemerintah seperti itu kalau vaksin lansia belum 50 persen tetap belum bisa PTM 100 persen, karena kita masih berpedoman kepada SKB 4 Menteri yang belum berubah,”tegasnya.
Dikatakannya berbeda dengan daerah Jawa, dimana sudah banyak sekolah yang melakukan PTM 100 persen karena vaksinasi lansia sudah tinggi.
“Kalau di Kalbar mungkin kita terkendala karena cakupan daerah yang luas dan jarak tempuh yang jauh. Kami akan kordinasi terus dengan Diskes gimana upaya mempercepat vaksinasi lansia,”ujarnya.
Dikatakannya bagi sekolah yang saat ini sudah melakukan PTM 100 persen sudah bisa melakukan pembelajaran sesuai jadwal dan kurikulum di sekolah. Ditambah lagi ada mata pelajaran jurusan
“Tapi memang untuk satu minggu normalnya guru mengajar 24 jam pembelajaran dan minimal 7 jam perhari belajar di sekolah,”ujarnya.
Mendekati Hari Raya Idul Fitri, Sugeng mengatakan siswa dan guru akan menghadapi libur panjang, dimana libur sudah dimulai pada 29 April 2022 mendatang yakni libur cuti lebaran bahkan pemerintah menambah cuti bersama sampai 9 Mei 2022.
“Tahun ini kita sudah diperbolehkan untuk mudik dengan syarat tertentu harus sudah vaksinasi dengan syarat tertentu. Saya harap peserta didik dan guru yang mudik tetap menjaga prokes walaupun penularan tidak tinffi tapi harus prokes, usahakan baik siswa dan guru segera ikut vaksinasi booster,” ajaknya.
Disamping itu, Sugeng mengimbau saat ini memang pemerintah masih memperboleh bukber dan open house tapi untuk pejabat dilarang. Maka dari itu kegiatan seperti tetap harus dibatasi takutnya ada penularan lagi. (*)
[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]