Profil Alina Kabaeva , Atlet yang Disebut-sebut Pacar Presiden Rusia Vladimir Putin | Jadi Target UE

Tak tanggung-tanggung, Alina Kabaeva diklaim merupakan wanita spesial yang berhasil merebut hati Vladimir Putin . Benarkah? Simak selengkapnya di sini

Editor: Ishak
Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
Alina Kabaeva Atlet Rusia yang kini disebut-sebut jadi orang spesial bagi Presiden Rusia Vladimir Putin . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Nama Alina Kabaeva kini tengah ramai jadi perbincangan.

Wanita cantik ini dikait-kaitkan dengan PResiden Rusia, Vladimir Putin .

Tak tanggung-tanggung, Alina Kabaeva diklaim merupakan wanita spesial yang berhasil merebut hati Vladimir Putin .

Dan kini menjadi kekasih atau pacar Vladimir Putin .

Rusia Rayakan Hari Kemenangan 9 Mei 2022 Besok, Warga Amerika Serikat Diimbau Jauhi Kerumunan

Benarkah?

Lantas, siapa sebenarnya Alina Kabaeva ?

Berikut ulasannya kami rangkum dari laman Kompas.com Minggu 8 Mei 2022 :

# Mantan Atlet Berprestasi , Kini Jadi Target Sanksi Uni Eroap

Alina Kabaeva dilaporkan akan menjadi target terbaru Uni Eropa (UE) dalam gelombang sanksi ke Rusia terkait perang di Ukraina.

Dilansir dari BBC pada Sabtu 7 Mei 2022, Alina Kabaeva adalah seorang politisi Rusia, bos media, mantan pesenam Olimpiade, dan dirumorkan sebagai pacar dan ibu dari beberapa anak Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sanksi yang dijatuhkan oleh UE dan lainnya dirancang untuk menghukum mereka yang paling dekat dengan Putin.

Sasarannya dari oligarki, politisi, dan pejabat lain yang dikatakan mendapat manfaat dari kedekatan mereka dengan pemimpin berusia 69 tahun itu.

Bulan lalu, Amerika Serikat (AS) dan Inggris memberlakukan sanksi terhadap putrinya Maria Vorontsova (36 tahun), dan Katerina Tikhonova (35 tahun). Mereka adalah anak-anaknya dari mantan istrinya Lyudmila.

Militer Rusia Disebut Bom Bangunan Sekolah di Ukraina Timur, Puluhan Orang Terjebak Reruntuhan

Alina Kabaeva sudah melarikan diri dari Rusia, meskipun keberadaannya telah diketahui.

Dia mungkin merasa akan menjadi target, dengan sebuah petisi online pada Maret menuntut agar dia diusir dari kediamannya di Swiss.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved