Kawasan Kelutap Sektor Pariwisata Potensial di Sintang, Sekda Ungkap Tantangannya

Menurut Yosepha, kawasan KELUTAP memiliki berbagai potensi, baik potensi sumber daya alam dan potensi sosial- budaya.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Foto Prokopim
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengungkapkan sektor
pariwisata sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Sintang.

Seperti kawasan Bukit Kelam, Bukit Luit dan Bukit Rentap, yang dikenal dengan kawasan KELUTAP.

Menurut Yosepha, kawasan KELUTAP memiliki berbagai potensi, baik potensi sumber daya alam dan potensi sosial- budaya.

"Bukit Kelam telah lama terkenal sebagai ikon pariwisata Kabupaten Sintang. Bukit Kelam memiliki formasi bukit batuan monolit terbesar dan tertinggi di dunia telah menarik minat banyak wisatawan," ungkap Yosepha belum lama ini.

Kasus Hepatitis Akut Belum Ditemukan di Sintang, Sinto Imbau Masyarakat Beri Anak Makanan Higenis

Selain Bukit Kelam, Sintang juga punya gugusan bukit lain yang juga tak kalah menarik. Seperti Bukit Rentap Dan Bukit Luit yang berlokasi tak jauh dari Bukit Kelam yang juga menyimpan potensi sumber daya alam.

"Disamping potensi alam, masyarakat yang tersebar di sekitar kawasan tersebut juga memiliki keunikan budayanya sendiri," ujarnya.

Namun, saat ini pengembangan objek wisata dihadapkan dengan berbagai tantangan di Kabupaten Sintang, seperti terbatasnya kewenangan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten.

"Hal lain yang turut mempengaruhi pengembangan objek wisata dimaksud adalah belum terkoneksinya para pihak, program dan potensi yang kita miliki untuk bisa dipromosikan dan dipasarkan sebagai satu paket wisata yang menarik dan menguntungkan semua pihak," ungkap Yosepha.

Meski terdapat tantangan, Yosepha mengajak semua pihak harus optimis dengan menyusun perencanaan yang matang dan terpadu terkait potensi dan kepentingan pihak terkait, untuk menghindari para pihak yang berkegiatan dalam sektor pariwisata berjalan dengan programnya masing-masing.

Sekda Sintang memberikan apresiasi terhadap langkah penyusunan tapak pengembangan ekowisata di sekitar kawasan KELUTAP ini dan harus dikembangkan secara bersama-sama kedepannya.

Perencanaan tapak merupakan kegiatan menata suatu kawasan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya, penyusunan desain tapak akan berguna dalam meminimalisir kerusakan lingkungan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi pengguna tapak tersebut.

"Kami menyadari bahwa selain Pemerintah Kabupaten Sintang, terdapat insansi lain yang juga sama berkepentingannya terhadap kawasan kelutap. Di antaranya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). oleh karena itu, kegiatan penyusunan desain tapak kawasan KELUTAP ini akan menjadi sebuah percontohan bagaimana kolaborasi berbagai pihak yang berkepentingan di kawasan tersebut dapat kita satukan," ujar Sekda. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved