Kasus Hepatitis Akut Belum Ditemukan di Sintang, Sinto Imbau Masyarakat Beri Anak Makanan Higenis

Penyakit Hepatitis Akut menyerang anak usia 0-16 tahun, paling banyak anak usia di bawah 10 tahun.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Penyakit Hepatitis Akut tengah menjadi perhatian dunia. Bahkan, WHO sudah menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022.

Penyakit yang pertama kali ditemukan di Inggris pada 5 April 2022, dilaporkan sudah masuk ke Eropa, Asia bahkan Amerika.

Sementara di Indonesia, dalam waktu kurun 2 minggu hingga 30 April 2022, terdapat tiga dugaan kasus pasien anak hepatitis akut meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUPN Cipto Mangunkusumo. Sampai dengan saat ini, belum dikethaui pasti penyebab Hepatitis Akut.

“Penyakit ini sudah menjadi perhatian Kemenkes dan Dinkes Sintang. Sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Dan di Sintang belum ditemukan kasus hepatitis akut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, Minggu 8 Mei 2022.

Baca juga: Yustinus Sebut Perekonomian di Kabupaten Sintang Mulai Membaik

Penyakit Hepatitis Akut menyerang anak usia 0-16 tahun, paling banyak anak usia di bawah 10 tahun. Kementrian Kesehatan menyebut, penyakit ini sangat berbahaya.

“Untuk kasus hepatisis akut dengan penyebab yang belum diketahui apa penyebabnya, apakah sama dengan virus hepatisi A, B, C atau d D yang selama ini sudah kita kenal tetapi memang dicurigai disebabkan oleh Adenovirus,” ujar Sinto.

Menurut Sinto, penyakit hepatitis akut memiliki gejala yang sama dengan hepatitis, pada gejala awal seperti demam, sakit kepala, mual, muntah kemudian dilanjutkan dengan mata dan kulit berwarna kuning. Bahkan kencing berwarna gelap seperti teh.

“Untuk pencegahan sementara ini tetap makan dan minum makanan yang higenis, bersih, untuk anak-anak. Karena penyakit ini juga menyerang pada anak, agar mengurangi jajan yang di luar, kemudian sering mencucui tangan,” pesan Sinto. (*)

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved