IDUL FITRI

Opor dan Rendang Ternyata Tidak Boleh Sering Dipanaskan! Berikut Penjelasan Ahli Gizi

Namun, jika dipanaskan atau dihangatkan berulang kali, lemak pada santan tersebut sayangnya bisa berubah menjadi lemak jenuh.

Tayang:
TRIBUN PONTIANAK/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Rendang 

Tidak hanya itu, masyarakat juga penting untuk memperhatikan jika hendak memasak makanan berbahan dasar santan.

Sebab, masakan yang berbahan santan sebaiknya jangan terlalu lama dimasak.

Jika santan dimasak terlalu lama, maka lemak baik yang terkandung dalam santan kelapa bisa menjadi sumber lemak jenuh.

“Santan sebaiknya dimasukkan terakhir (ke panci atau wajan) atau yang terpenting jangan dibiarkan terlalu lama di panas,” jelas dia.

Selain dipanaskan, ternyata ada cara mudah untuk menjaga kualitas opor ayam agar tidak rusak dan masih layak disantap.

1. Simpan dalam kulkas atau freezer

Untuk menyimpan opor ayam kamu bisa menaruh di dalam kulkas.

Pilihan ini cocok kalau kamu akan memakan opor ayam dalam jangka waktu dua hingga tiga hari ke depan.

Opor ayam akan tahan dalam kulkas selama tiga hari, tetapi dengan catatan jangan sering membuka tutup kulkas supaya suhu dalam kulkas stabil.

2. Taruh dalam plastik rapat dan tipis

Kemudian, opor ayam bisa bertahan lama jika Anda memasukkannya ke dalam wadah atau plastik yang tipis agar proses pembekuannya cepat.

Selain itu pastikan wadah opor tertutup rapat agar tidak terkontaminasi dengan aroma lain dari produk yang disimpan di dalam kulkas.

ILUSTRASI - Rendang Sapi Khas Padang.
ILUSTRASI - Rendang Sapi Khas Padang. (SHUTTERSTOCK/IKA RAHMA H)

3. Pisahkan ayam dengan kuah opor

Agar lebih awet kamu bisa memisahkan ayam dan kuah opor dalam wadah yang berbeda.

Kemudian masukkan ke dalam kulkas atau frezeer.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved