Ramadhan Kareem

Hukum Ziarah Kubur saat Lebaran Idul Fitri Menurut Ustad Abdul Somad dan Buya Yahya

Tujuan dari ziarah kubur dikatakan UAS, diantaranya yaitu mengingat kematian, melembutkan hati, menetekan air mata.

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Sejumlah warga ziarah kubur ke Taman Pemakamam Umum (TPU), Menteng Pulo, Jakarta, Minggu 11 April 2021. Jelang bulan suci Ramadhan, umat Islam melakukan tradisi ziarah kubur untuk mendoakan keluarga mereka yang sudah meninggal dunia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Saat jelang dan ketika hari raya lebaran Idul Fitri umumnya dilakukan ziarah kubur.

Selain idul fitri, momen jelang Ramadhan juga dilakukan ziarah.

Lalu bagaimana hukumnya dalam Islam?

Pengasuh Pondok Pessantren Al-Bahjah, Buya Yahya mengungkapkan jika ziarah kubur adalah sunnah.

"Ziarah kubur adalah semula dilarang oleh Nabi dan akhirnya dianjurkan, maka ziarah kubur adalah sunnah," kata Buya Yahya melalui channel Youtube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya mengatakan jika ziarah kubur tujuan utamanya adalah mendoakan orang yang sudah meninggal.

Bacaan Tahlil Singkat Ziarah Kubur Sebelum Hari Raya Lebaran Idul Fitri Lengkap Doa Arwah Orangtua

Buya Yahya saat menerangkan tentang hukum penukaran uang di channel youtube al-bahjah
Buya Yahya saat menerangkan tentang hukum penukaran uang di channel youtube al-bahjah (tangkap layar youtube)

Selain daripada itu juga sebagai pengingat pada yang masih hidup tentang kematian dan akhirat.

Serupa juga diungkapkan oleh Ustad Abdul Somad.

Menurut Ustad kondang yang dikenal dengan ceramah yang diselingi humor ini, ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja.

Ziarah kubur dapat dilakukan pada waktu pagi, siang, hari jumat, maupun hari raya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved