Januari Hingga April 2022, Diskes Kabupaten Sanggau Catatkan Belasan Kasus Demam Berdarah
Sarimin menjelaskan, Dalam tiga tahun terakhir tidak terjadi lonjakan kasus DBD. Tahun 2020 dan 2021 jumlah kasus sama, yaitu sebanyak 27 kasus.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Sarimin Sitepu menyampaikan bahwa jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sanggau dari Januari hingga April 2022 sebanyak 19 kasus.
"Dari Januari sampai dengan hari ini ada 19 kasus DBD di Kabupaten Sanggau. Dari jumlah kasus ini, tidak ada yang meninggal dunia,"katanya, Selasa 19 April 2022.
Sarimin menjelaskan, Dalam tiga tahun terakhir tidak terjadi lonjakan kasus DBD. Tahun 2020 dan 2021 jumlah kasus sama, yaitu sebanyak 27 kasus.
• Gabungan Ormas Islam di Sanggau Gelar Safari Ramadan di Masjid Al-Huda di Desa Semerangkai Sanggau
"Tahun 2020, 2021 dan tahun 2022 hingga bulan April tidak ada laporan kasus meninggal dunia," tuturnya.
Sarimin mengatakan, terjadinya kasus DBD bisa saja disebabkan adanya pergantian musim dan mobilitas masyarakat. dan pihaknya pun tak ada menyiapkan tempat tidur khusus untuk pasien DBD.
Sarimin menambahkan, Penyakit DBD dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan, baik didalam rumah maupun di luar rumah.
"Paling efektif dan efisien sampai saat ini yaitu kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN dengan cara 3M Plus,"jelasnya.
Lanjutnya, Kegiatan utamanya yaitu menguras, Masyarakat bisa membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lainnya.
"Kemudian menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air, seperti drum, ember, tempayan dan lain sebagainya," tuturnya.
Cara lainnya, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu, Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian didalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
"Mari kita jaga kesehatan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan demam berdarah, Serta aktif untuk bergotong royong melakukan Langkah-langkah pencegahan penularan penyakit DBD," pungkasnya. (*)
[Update informasi Seputar Kabupaten Sanggau]