Breaking News

Berniat Mengabdikan Diri, H Sukiryanto Bakal Maju Sebagai Calon Ketua PWNU Kalbar

Terlebih dengan jabatan sebagai anggota DPD RI yang kini diembannya, ia akan bisa lebih optimal untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
H Sukiryanto, S.Ag yang Senator asal Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Para bakal calon Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat sudah mulai memperkenalkan diri.

Satu diantaranya ialah H Sukiryanto, S.Ag yang merupakan Senator asal Kalbar.

Pria yang juga mendapat amanah sebagai Wakil Ketua PWNU Kalbar ini mengatakan, niatnya maju tentu karena pengabdian yang lebih luas untuk umat. Selain daripada memang, pria yang juga Ketua IKBM Kalbar ini merupakan kader NU.

Terlebih dengan jabatan sebagai anggota DPD RI yang kini diembannya, ia akan bisa lebih optimal untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

PCNU Kubu Raya Harap Sukiryanto dapat Nahkodai PWNU

DPD murni mendapat dukungan masyarakat tanpa embel-embel partai politik. Untuk itu, ia berharap jika ada yang mengkaitkan dirinya sebagai politisi dan berpolitik praktis untuk memahami makna dari seorang senator.

"DPD itu adalah lembaga yang tidak boleh ada kesan politik. Di DPD tidak ada politik, bahkan seorang yang mencalonkan diri sebagai anggota DPD harus keluar dari Partai Politik," katanya.

"Saya tidak tau ungkapan yang muncul (tentang politik praktis, red), belum baca atau memang sengaja bahwa yang dari partai politik itu DPR, kalau DPD murni independen, pemilihan masyarakat dan bebas dari partai politik," tambahnya.

"Saya maju sebagai calon ketua PWNU Kalbar semata-mata saya kader NU, periode saat ini saya wakil ketua PWNU Kalbar," timpal pria yang juga Ketua Perkumpulan Merah Putih Kalbar ini.

Lebih lanjut, Ketua ISMI Kalbar ini berharap dipahami perbedaan antara DPR dan DPD.  DPD harus bersih dari partai, tidak boleh jadi pengurus partai, bahkan jika ketahuan dia akan dikenakan sanksi oleh Badan Kehormatan (BK).

Ia mengatakan akan ikut mencalonkan diri konferwil  ke VIII di Kalbar apabila didukung oleh PC dan tidak melanggar AD/ART NU. Namun jika tidak didukung oleh PC dan melanggar AD/ART dan ketentuan lain, maka ia tidak akan memaksa untuk ikut.

"Maju sebagai calon Ketua PWNU adalah pengabdian dan berkhitmad sebagai kader," katanya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved