Ramadhan Kareem
Mencukur Bulu Kemaluan saat Puasa Apakah Boleh? Puasanya Batal Tidak? Simak Penjelasan Berikut
Menjaga kebersihan alat vital tentunya menjadi hal penting bagi banyak orang. Lantas, bagaimana pada masa bulan puasa Ramadhan 1443 H tahun ini?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menjaga kebersihan alat vital tentunya menjadi hal penting bagi banyak orang.
Organ intim yang bersih, tentunya juga akan lebih sehat.
Lantas, bagaimana pada masa bulan puasa Ramadhan 1443 H tahun ini?
Apakah boleh mencukur bulu kemaluan saat puasa ?
Apakah mencukur bulu kemaluan saat puasa bisa membatalkan puasa ?
Baca juga: Apakah Merokok Membatalkan Puasa ? Cek Juga Fatwa MUI tentang Rokok
Pertanyaan itu mungkin juga mengundang rasa penasaran Sobat Tribun Pontianak sekalian.
Terkait hal itu, satu di antara penjelasannya adalah sebagai berikut:
# Hukum Fiqh Mencukur Bulu Kemaluan saat Puasa
Dirangkum dari laman Kompas.com, disebutkan bahwa Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Pendidikan Islam IAIN Surakarta Prof Toto Suharto membeberkan penjelasnnya.
Ia mengatakan, mencukur kumis dan rambut kemaluan tidak akan membatalkan ibadah puasa.
Menurutnya, mencukur kumis, rambut kemaluan, dan puasa adalah dua hal yang berbeda.
Baca juga: Doa Puasa Hari ke 10 , Cek Juga Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Ramadhan
"Mencukur kumis dan rambut kemaluan tidak ada hubungannya dengan puasa,"
"Jadi sah-sah saja bila ingin mencukur dua hal itu saat puasa seperti ini," kata Toto dirangkum dair laman Kompas.com yang mengkonfirmasinya pada Rabu 6 Mei 2020 silam.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa dalam hukum Islam, mencukur kumis dan rambut kemaluan merupakan di antara sunah tradisi Islam yang dapat dipraktikkan oleh kaum Muslim.
Bahkan, mencukur kumis dan rambut kemaluan dianjurkan untuk tidak lebih dari 40 hari.