Aliansi Mahasiswa Sambas Geruduk DPRD Sambas, Sampaikan Enam Tuntutan
Satu diantara peserta aksi Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas, Pirdaus mengatakan aliansi membawa enam tuntutan kepada DPRD Sambas. Tuntutan itu diant
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRD Kabupaten Sambas di Jalan Pembangunan, Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin 11 April 2022.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas memulai aksi dengan melakukan longmarch dari titik kumpul Taman Lunggi ke DPRD Kabupaten Sambas.
Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas diantaranya tergantung dari Organisasi Kepemudaan (OKP) diantaranya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), BEM Politeknik Negeri Sambas, BEM IAIS Sambas dan Ikatan Mahasiswa Kecamatan Teluk Keramat (IMTEK).
Satu diantara peserta aksi Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas, Pirdaus mengatakan aliansi membawa enam tuntutan kepada DPRD Sambas. Tuntutan itu diantaranya menolak penundaan pemilu dan menolak perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode.
• Tunggu Petunjuk Ekspor Impor, Satono Ingin PLBN Aruk Dongkrak Potensi Ekonomi Sambas
“Menolak kenaikan harga pangan, menolak kenaikan Pajak Penambahan Nilai (PPN), menolak kenaikan harga BBM, mendorong percepatan pembentukan KPPAD Kabupaten Sambas,” ujarnya.
Dia mengatakan aliansi menuntut DPRD Sambas berkomitmen mengawal pemerintah menyelesaikan permasalahan kelangkaan solar dan menindak tegas pelaku penimbunan solar.
“Kami juga menuntut DPRD menolak kenaikan harga BBM, kenaikan harga minyak goreng, kemudian kami meminta komitmen DPRD Sambas untuk mempercepat pembentukan KPPAD di Sambas,” katanya.
Pirdaus mengatakan selain itu, aliansi mahasiswa juga meminta DPRD Sambas berkomitmen dan mengawal isu isu daerah Sambas.
Demo hari ini kata dia, sebagimana bentuk seruan aksi solidaritas bersama mahasiswa dan OKP yang ada di Kabupaten Sambas.
"Hari ini kita melakukan aksi serentak seluruh Indonesia baik di pusat, provinsi, maupun tingkat kabupaten,” katanya.
• Satono Nilai Harus Ada Porsi Agama Wujudkan Sambas Berkemajuan
Dia mengatakan, juga poin tuntunan-tuntutan yang kita sampaikan ada beberapa isu nasional dan isu di pemerintah daerah. Lanjut dia, terlepas isu nasional yang menjadi permasalahan, isu daerah tentu tidak bisa dilupakan.
"Dari enam tuntutan yang kita sampaikan kepada DPRD Kabupaten Sambas, terdapat tiga isu daerah yang saat ini menjadi permasalahan di Kabupaten Sambas," katanya.
Dia berujar, setelah melakukan mediasi secara terbuka antara Aliansi Mahasiswa Sambas bersama DPRD Sambas disepakati bahwa, Kamis 14 April 2022 akan ditindaklanjuti oleh mahasiswa mengenai tuntutan yang disampaikan.
“Kami minta diikutsertakan dalam pembahasan terkait terutama permasalahan isu daerah. Kami melakukan mediasi bersama anggota DPRD Sambas menyepakati bahwa dalam waktu selambatnya 3X24 jam harus menyelesaikan dan membahas permasalahan ini," tuturnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Sambas)