Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 3 April, Gubernur Sutarmidji Minta Jemaah Salat Tarawih Pakai Masker
Jadi intinya kalau untuk jarak sekarang tidak perlu berjarak lagi salatnya, tapi dengan catatan pakai masker
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar, Sutarmidji, mengatakan bulan suci Ramadan tentu menjadi bulan yang sangat ditunggu oleh umat Islam. Apalagi setelah dua tahun lebih menghadapi Pandemi Covid-19.
Dikatakannya selaam pandemi ibadah dan kegiatan lain ada yang dibatasi. Misalnya di masjid saf-nya yang harus berjarak, padahal sebenarnya untuk kesempurnaan salat harus merapatkan dan meluruskan barisan. “Saat ini kita menjalankan ibadah dengan baik maksimalkan dan khyusuk.
Jadikan ibadah kita yang terbaik selama hidup kita, karena Ramadan kali ini sangat istimewa bagi umat Islam karena setelah kita berhadapan dengan pandemi. Namun pandemi itu sendiri belum berakhir,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Kalbar, Jumat 1 April 2022.
Sutarmidji mengatakan untuk salat sudah boleh merapatkan barisan tapi tetap menggunakan masker. “Kalau seluruh jemaah menggunakan masker maka sekalipun ada orang yang mungkin masih tertular ada filternya yakni masker,” ungkapnya.
Terkait dengan prokes, saat ini lebih diarahkan menggunakan masker. Sedangkan cuci tangan pasti sebelum salat umat Islam harus wudhu dan sekaligus cuci tangan.
“Jadi intinya kalau untuk jarak sekarang tidak perlu berjarak lagi salatnya, tapi dengan catatan pakai masker,” ungkapnya.
Gubernur Sutarmidji juga sudah menjadwalkan untuk safari Ramadan di sejumlah daerah. Ia berharap semoga hal tersebut bisa berjalan sesuai rencana. Ia mengatakan biasanya untuk kebiasaan atau aktivitasnya sehari-hari di luar jam kerja saat Ramadan sama saja seperti biasa.
“Kita biasanya seperti tahlilan karena ibu saya juga meninggal saat bulan puasa. Kemudian buka puasa bersama dibatasi dengan keluarga dan anak lembaga tahfidz tempat saya, nah itu saja,” ujarnya.
• Personel Polresta Pontianak Bersihkan Masjid Jelang Bulan Suci Ramadhan
Sedangkan untuk makanan khas biasa, Sutarmidji mengatakab sesuai yang dimasak oleh sang istri. “Di bulan suci Ramadan ini kita lebih banyak beribadah dan bekerja, tidak membuat kerjaan kita kendor dan tetap semangat kerja karena itu bagian dari ibadah,” katanya.
Dihubungi terpisah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Syahrul Yadi, menghimbau kepada warga Kalbar untuk saling menghargai perbedaan pendapat, khususnya terkait pelaksanaan ibadah puasa.
"Perbedaan dihindari karena ini menyangkut keyakinan kepahaman. Kita boleh berbeda pemahaman, namun kerukunan harus kita jaga, kita hargai orang yang berbeda," tuturnya.
Memaknai puasa yang masih dalam masa pandemi Covid 19, ia berharap masyarakat dapat menjadikan ibadah puasa juga sebagai sebuah pendidikan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
"Puasa kali ini sangat bermakna setidaknya kita memahami bahwa betapa pentingnya kita relaksasi diri untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, dan pada bulan puasa ini doa diijabah. Oleh sebab itu kita berharap pandemi dapat berhenti, dan kita berdoa, kita minta izin kepada Allah agar dapat menunaikan ibadah puasa dengan baik," tuturnya.
Ia berharap puasa tahun ini tidak hanya sekadar menjadi rutinitas bagi umat Muslim, namun diharapnya dapat lebih mengambil hikmah dan mampu membangun kepekaan hati dan nurani agar lebih peka terhadap lingkungan.
Pawai Obor
Kolaborasi Muslim Pontianak (KMP) mengelar pawai obor dan terbuka untuk umum. Ada pun titik kumpul dimulai dari Halaman Masjid Mujahidin Jl A Yani, Pontianak, Kamis 31 Maret 2022. Kegiatan pawai obor ini di selengarakan untuk menyambut bulan suci Ramadan 1443 Hijriyah.
Nampak umat Islam antusias menghadiri kegiatan pawai obor tersebut. Sebelum dimulainya pawai obor, panitia penyelengara juga menyuguhkan hiburan tradisional, yaitu penampilan silat dari beberapa pemuda.
Tak selang beberapa waktu, pawai obor akan segera di mulai. Barisan panjang umat muslim yang sudah bersiap untuk mengelilingi Jl A Yani sembari memegang obor ini akan segera di mulai. Terlihat barisan paling depan ada sejumlah Ibu-Ibu yang memegang spanduk bertuliskan “Pawai Obor Rindu Ramadhan 2022”.
Turut hadir dan sekaligus membuka start pawai obor, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa bulan suci Ramadan merupakan bulan yang penuh makna dan hal-hal baik.
“Komitmen kita menjadikan bulan Ramadan bulan yang penuh berkah. Bulan dimana kita bisa hijrah dari hal-hal yang tidak baik menjadi hal yang baik,” jelasnya.
Ia menuturkan setelah dua tahun berlalu akhirnya umat Islam khususnya yang ada di Kota Pontianak bisa menyambut Ramadan seperti saat sebelum adanya pandemi.
“Dan pada malam hari ini setelah dua tahun kita mengalami pembatasan menghadapi pandemi Covid 19. Insyaallah komitmen kita pada malam ini menerima semangat dalam menjalankan ibadah puasa,” ucapnya.
Edi berharap kita semua dapat menjalannkan Ibadah Puasa di Ramadan 1443 H dengan maksimal. “Dan kita berharap kita semua diberi kesehatan, keberkahan, dan bapak/ibu semua bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya, jadikan Ramadan tahun ini menjadi yang terbaik untuk kita semua,” haranya.
Satu di antara warga yang mengikuti pawai obor tersebut, Egy Herdian (25) mengapresasi kegiatan yang memang sudah menjadi tradisi umat Muslim ketika menyambut Ramadan ini.
“Alhamdulillah ya, sebelum pandemi Covid-19, pawai obor inikan memang sudah menjadi tradisi umat Muslim, kususnya yang ada di Kota Pontianak dalam menyambut bulan suci Ramadan,” jelasnya.
Egy merasa senang karena dirinya dapat mengikuti pawai obor ini, menurutnya eforia dalam menyambut Ramadan semakin terasa jika ada perayaan seperti ini. “Iya, dengan adanya pawai obor ini nuansa menyambut Ramadan itu sangat terasa, apalagi yang hadir pada malam hari ini cukup ramai, jadi berasa gitu mau Ramadannya,” senangnya.
Lebih lanjut, ia berharap untuk menyambut hari Raya Idul Fitri nanti, bisa di adakan kegiatan yang sama seperti pawai obor ini. “Mengingat menurunnya angka Covid, semoga menyambut Lebaran nanti, tidak ada PPKM, jadi bisa berkumpul seperti lebaran-lebaran sebelum adanya pandemi,” pungkasnya.
Kerinduan akan silaturahmi dan berkumpul, antusias masyarakat yang menghadiri pawai obor sangat menambah suasana hadirnya bulan suci Ramadan.
Sidang Isbat
Hasil sidang isbat penetapan awal Ramadan 1443 Hijriah telah disampaikan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Adapun dari hasil sidang isbat yang digelar pada Jumat (1/4) memutuskan, bahwa penetapan awal Ramadhan 1443 H jatuh pada Minggu 3 April 2022.
Dengan adanya hasil sidang ini maka berarti pelaksanaan puasa Ramadan 2022 akan dimulai pada hari Minggu. Hasil keputusan sidang isbat ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. "Secara Mufakat 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh hari Ahad, 3 April 2022 Masehi," ujar Yaqut dalam pengumuman sidang isbat yang disiarkan secara live, Jumat 1 April 2022.
Yaqut menyampaikan keputusan tersebut berdasarkan hisab yang dilakukan dari pengamatan di seluruh Indonesia yang mana meskipun hilal sudah di atas ufuk, namun belum memenuhi kriteria ketinggian 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat. Pelaksanaan sidang isbat dilakukan secara daring dan luring guna mencegah penyebaran Covid-19.
Secara luring, sidang digelar di Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta dengan jumlah peserta dibatasi sesuai ketentuan protokol kesehatan. Sidang isbat dilakukan dengan melibatkan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, duta besar negara sahabat dan perwakilan ormas Islam.
Selain itu, sidang juga melibatkan perwakilan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan para undangan lain.
Tahapan sidang isbat Tahapan sidang isbat ini pelaksanaannya dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama yakni pemaparan posisi hilal awal Ramadhan 1443 H berdasarkan hasil perhitungan astronomi atau hisab. Pemaparan dilakukan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag mulai pukul 17.00 WIB. Tahap kedua, pelaksanaan sidang digelar secara tertutup pukul 18.00 WIB atau usai salat Maghrib.
Selain data hisab, sidang isbat juga merujuk pada hasil rukyatul hilal atau pengamatan hilal yang dilakukan Tim Kemenag di 101 lokasi di seluruh Indonesia. Adapun tahap terakhir yakni konferensi pers sidang isbat yang disiarkan langsung oleh TVRI dan akun media sosial Kemenag mulai pukul 19.15 WIB.