Breaking News

Ramadhan Kareem

Mengapa Ziarah Kubur Banyak Dilakukan Menjelang Ramadhan hingga Lebaran?

Ziarah kubur pun dianggap sebagai ibadah, sehingga jelang masuknya bulan Ramadhan, banyak yang memanfaatkan waktu untuk mengunjungi sanak saudara

Editor: Dhita Mutiasari
Youtube @TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Warga melakukan ziarah kubur di pemakaman muslim Sungai Bangkong Pontianak 12 April 2021 lalu. Mengapa Ziarah Kubur Banyak Dilakukan Menjelang Ramadhan hingga Lebaran? 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ziarah kubur banyak dilakukan sebagian besar masyarakat tanah air ketika menjelang Ramadhan hingga lebaran Idul Fitri.

Saat melakukan ziarah kubur, orang-orang akan membersihkan makam dan mendoakan kerabat yang telah tiada. 

Lalu mengapa ziarah kubur banyak dilakukan menjelang Ramadhan hingga Lebaran?

Menjawab hal ini, dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair) Purnawan Basundoro mengatakan karena kebanyakan muslim percaya bahwa pada saat itu waktu yang pas untuk memperbanyak ibadah.

Ziarah kubur pun dianggap sebagai ibadah, sehingga jelang masuknya bulan Ramadhan, banyak yang memanfaatkan waktu untuk mengunjungi sanak saudara yang telah tiada untuk mendoakannya. 

Selain untuk mendoakan, ziarah juga momen yang dilakukan untuk bersilaturahim kepada orang yang telah tiada. 

"Karena makam ini adalah satu-satunya media yang menautkan antara orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal,” jelas Purnawan Basundoro.

Makna Tradisi Ziarah Kubur di Indonesia hingga Luar Negeri

Lalu, bagaimana sejarah ziarah kubur

Purnawan Basundoro, ziarah kubur merupakan sebuah tradisi yang sudah sangat tua.

Tradisi ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum islam masuk dan diyakini oleh masyarakat dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada para leluhur dan nenek moyang. 

"Penghormatan terhadap nenek moyang itu tradisi lama ya, lama sekali,” ujar Purnawan Basundoro, seperti dikutip dari Kompas.com 13 Mei 2021.

Kemudian ketika Islam datang, sambung dia, muncul tradisi ziarah kubur serupa yang dibalut dengan ajaran Islam.

Meski tampaknya hanya banyak dilakukan oleh umat islam saat menjelang Hari Raya Idul Fitri atau saat Lebaran, ziarah kubur itu sifatnya universal. 

Purnawan Basundoro menyebutkan, penghormatan terhadap nenek moyang dalam bentuk ziarah adalah sesuatu yang bisa ditemui di setiap kebudayaan. 

"Bahkan kalau zaman dulu, animisme dan dinamisme, tradisi semacam itu (ziarah kubur) kan banyak," kata Purnawan Basundoro. 

Doa Ziarah Kubur Orang Tua Singkat Bahasa Arab Latin dan Artinya

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved