Ramadhan Kareem
Makna Tradisi Ziarah Kubur di Indonesia hingga Luar Negeri
Hampir seluruh kebudayaan di dunia memiliki ritual untuk menghormati leluhur yang telah meninggal, diiringi dengan pemanjatan doa serta praktik lain
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menjelang bulan Ramadhan serta beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk ziarah kubur.
Mereka mengunjungi makam orang tua atau sanak saudaranya.
Ziarah memiliki arti mengunjungi.
Sehingga ziarah kubur artinya mengunjungi makam atau kuburan orang yang sudah meninggal untuk mendoakannya,berharap agar arwah yang didoakan tersebut merasa tenang serta memohon agar segala amal ibadah orang yang sudah meninggal tersebut dapat diterima oleh Allah SWT.
Bahkan, mungkin ziarah juga dilakukan sambil napak tilas berkeliling tempat-tempat yang menyimpan kenangan masa kecil.
Praktik mengunjungi pemakaman sebenarnya tidak hanya dilakukan di Indonesia saja.
• Doa Ziarah Kubur Orang Tua Singkat Bahasa Arab Latin dan Artinya
Hampir seluruh kebudayaan di dunia memiliki ritual untuk menghormati leluhur yang telah meninggal, diiringi dengan pemanjatan doa serta praktik lainnya.
Lantas, sejak kapan tradisi ini terpelihara? Apa pula yang mendasari nenek moyang melakukan ritual tersebut? Serta, bagaimana ritual tersebut bisa mempengaruhi kehidupan manusia?
Tradisi di Indonesia
Dikutip dari Kompas.com, Dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair) Purnawan Basundoro mengatakan, ziarah kubur adalah tradisi yang sudah sangat tua.
Menurut Purnawan, tradisi ziarah kubur berpijak pada keyakinan untuk memberikan penghormatan terhadap leluhur atau nenek moyang.
"Penghormatan terhadap nenek moyang itu tradisi lama ya, lama sekali. Kemudian ketika Islam datang muncul tradisi serupa yang dibalut dengan ajaran Islam," kata Purnawan saat dihubungi Kompas.com, Selasa 11 Mei 2022.
Dia mengatakan, penghormatan terhadap nenek moyang dalam bentuk ziarah kubur merupakan sebuah tradisi yang sifatnya universal, atau dapat dijumpai pada setiap kebudayaan.
"Bahkan kalau zaman dulu, animisme dan dinamisme, tradisi semacam itu (ziarah kubur) kan banyak," ujar Purnawan.
Purnawan mengatakan, kedatangan bulan Ramadhan dan Idul Fitri dianggap oleh masyarakat Muslim sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/warga-melakukan-ziarah-kubur-di-pemakaman-muslim-sungai-bangkong-pontianak.jpg)