Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 24 Maret Santo Oscar Romero

Santo Óscar Arnulfo Romero y Galdámez, lahir di Ciudad, San Miguel, El Salvador pada 15 Agustus 1917. Ia adalah anak kedua dari tujuh bersaudara.

katakombe.org
Orang Kudus Katolik 24 Maret Santo Oscar Romero. 

Eskalasi kekerasan dua kelompok yang bertikai ini kemudian meletus menjadi Perang Sipil El Salvador.

“Perang Sipil El Salvador atau Perang Saudara El Salvador (1980–1992) adalah Perang antara Front Pembebasan Nasional Farabundo Martí (FMLN) yang berhaluan Marxis dengan Pemerintah Junta Militer sayap kanan El Salvador yang didukung oleh Amerika Serikat.

Sekitar 75.000 orang tewas dalam perang yang berakhir dengan Perjanjian Damai Chapultepec pada tahun 1992.”

Ditengah pertempuran dan perang Ideologi antara Pemerintah Junta Militer dan Gerilyawan Marxis FMLN, Uskup Romero memimpin Gereja Katholik El Salvador untuk tidak memihak dan tetap bersuara lantang membela umat yang menderita ditengah perang.

Hal ini membuatnya semakin dibenci, baik oleh Junta Militer maupun oleh FMLN.

Perang terus berkobar, kekejaman dan teror terus berlangsung.

Puluhan ribu orang tewas dalam perang ini dan jutaan lainnya menjadi pengungsi.

Orang Kudus Katolik 23 Maret Santo Turibius

Bapa Uskup dengan hati perih menyaksikan umatnya menjadi korban dan menderita berkepanjangan akibat perang.

Ia kemudian mendanai dan mengorganisir berbagai relawan kemanusiaan untuk membantu para korban perang.

Berbagai karya kemanusiaan yang dilakukannya segera mendapat perhatian dunia internasional.

Pada Februari 1980, ia diberi gelar Doktor kehormatan oleh Universitas Louvain Belgia.

Dalam kata sambutannya di Université catholique de Louvain, Belgia, 2 Februari 1980; Uskup Agung Romero mengungkapkan penganiayaan yang harus dialami Gereja Katolik di El Salvador :

“Dalam waktu kurang dari tiga tahun, lebih dari lima puluh imam telah diserang, diintimidasi, ditindas.

Enam orang sudah menjadi martir, mereka telah dibunuh.

Beberapa telah disiksa dan yang lainnya diusir [dari El Salvador]. Para biarawati juga telah dianiaya.

Stasiun radio dan lembaga pendidikan keuskupan, umat Katolik atau Kristen lainnya telah diserang, diancam, diintimidasi, bahkan dibom.

Beberapa komunitas paroki telah digerebek. Jika semua ini terjadi pada orang-orang yang merupakan perwakilan Gereja yang paling nyata, Anda dapat menebak apa yang telah terjadi pada umat Kristen biasa, pada para campesinos, para katekis, para pendeta awam, dan kepada komunitas berbasis gerejani.

Ada ancaman, penangkapan, siksaan, pembunuhan, penomoran dalam ratusan dan ribuan ....”

Pada kunjungannya ke Eropa kali ini ia juga bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II yang menyatakan keprihatinannya atas apa yang terjadi di El Salvador.

Kepada Bapa Suci uskup Romero menjelaskan sikapnya untuk tidak mendukung Pemerintah Junta Militer El Salvador karena meskipun Nasionalis dan anti komunis, mendukung Junta Militer sama saja dengan melegitimasi berbagai aksi teror, intimidasi, serta berbagai penculikan dan pembunuhan politik yang marak terjadi di El Salvador.

Orang Kudus Katolik 23 Maret Santa Rafqa

Kemartiran

Pada 23 Maret 1980 di San Salvador, Uskup Romero berkotbah dengan lantang dan memohon agar para tentara El Salvador, sebagai orang Kristiani, supaya lebih mematuhi perintah Tuhan untuk saling mengasihi, dan menghentikan aksi teror, penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan atas nama pemerintah.

Tanggal 24 maret ia menghadiri rekoleksi yang diorganisir oleh orgnisasi Opus Dei, dan ikut dalam pertemuan bulanan para imam yang dipimpin oleh Mgr. Fernando Sáenz Lacalle.

Malam itu, Uskup Agung Romero merayakan Misa di sebuah kapel kecil di Rumah Sakit de la Divina Providencia, sebuah Rumah Sakit yang dikelola para suster Penyelenggaraan Ilahi.

Ia tengah menyelesaikan khotbahnya dan melangkah dari mimbar menuju ke meja altar.

Sebuah mobil merah berhenti di jalan di depan kapel dan seorang pria bersenjata turun dari kendaraan.

Pria ini melangkah ke pintu kapel, dan melepaskan satu (mungkin dua) tembakan terukur yang tepat menembus jantung Uskup Agung Romero.

Gembala umat ini terjungkal dihadapan altar dan tewas saat itu juga. Para pembunuhnya kemudian melarikan diri.

Uskup Oscar Romero kemudian dimakamkan pada 30 Maret 1980 di Katedral Metropolitan San Salvador (Catedral Metropolitana de San Salvador).

Misa Pemakaman dihadiri oleh lebih dari 250.000 pelayat dari seluruh dunia.

Seorang imam Yesuit, John Dear,SJ mengatakan, "Pemakaman Uskup Romero adalah demonstrasi terbesar dalam sejarah El Salvador, beberapa orang mengatakan dalam sejarah Amerika Latin."

Orang Kudus Katolik 22 Maret Santo Oktavianus

Saat upacara pemakaman berlangsung, sejumlah aksi teror ditebar untuk menakut-nakuti dan mencegah umat untuk mengikuti misa penguburan.

Sebuah bom molotov meledak di jalan dekat katedral dan terjadi insiden penembakkan terhadap para pelayat.

Banyak orang terbunuh oleh tembakan sniper dan sebagian tewas berdesakan.

Sumber resmi melaporkan ada 31 orang tewas, sementara para wartawan mencatat lebih dari 50 orang meninggal dunia.

Beberapa saksi mengatakan bahwa para pelaku pelemparan bom dan penembakkan adalah anggota pasukan pemerintah yang berpakaian sebagai warga sipil.

Ditengah insiden penembakkan, tubuh Uskup Agung Oscar Romero dimakamkan di lantai bawah tanah Katedral.

Bahkan setelah upacara penguburan usai, orang-orang terus berbaris untuk memberi penghormatan kepada Oscar Romero, Uskup Agung dan Martir Pembela Kaum Tertindas.

Dalam misa pemakamannya, hadir Kardinal Ernesto Corripio y Ahumada, sebagai delegasi pribadi Paus Yohanes Paulus II.

Kardinal memuji Romero sebagai "Seorang yang penuh kasih dan membangkitkan Damai,".

Kardinal juga menyatakan : "Darahnya akan memberi buah bagi persaudaraan, cinta, dan kedamaian."

Sampai saat ini, tidak ada yang pernah dituntut atas pembunuhan Uskup Agung Oscar Romero.

Juga tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Pria bersenjata yang menembak bapa Uskup pun belum teridentifikasi.

Pada 24 Maret 2010 di ulang tahun ketiga-puluh pembunuhan Uskup Romero, Presiden EL Salvador, Mauricio Funes menyatakan permintaan maaf resmi negara atas pembunuhan Uskup Romero.

Berbicara di depan keluarga besar Romero, Perwakilan Gereja Katolik, para diplomat, dan pejabat pemerintah, Presiden Funes mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu; "Sayangnya bertindak dengan perlindungan, kolaborasi, atau partisipasi agen negara.”.

Orang Kudus Katolik 22 Maret Santa Lea

Kanonisasi

Pada hari Selasa, 3 Februari 2015, Paus Fransiskus melaui Kardinal Angelo Amato, SDB, (Prefek Kongregasi untuk Penyebab Orang Suci) secara resmi mengesahkan Kemartiran Uskup Agung Romero.

Selanjutnya pada tanggal 23 Mei 2015 di Plaza Salvador del Mundo, El Salvador, Uskup Agung Oscar Romero secara resmi di Beatifikasi.

Misa beatifikasi dipimpin oleh Kardinal Angelo Amato dan dihadiri sekitar 250.000 umat Katolik.

Santo Oscar Romero dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 14 Oktober 2018 di Basilika Santo Petrus Roma - Vatican.

Umat Katolik El Salvador menyebut namanya sebagai "San Romero".

Gereja Katolik di Amerika Latin sering memproklamasikan Romero menjadi santo pelindung tak resmi dari benua Amerika.

Di luar Gereja Katolik, Uskup Oscar Romero dihormati oleh denominasi-denominasi Kristen lainnya yang meliputi Gereja Inggris dan Komuni Anglikan.

Bagi Gereja Inggris, Uskup Agung Romero merupakan salah satu dari sepuluh martir abad ke-20 yang digambarkan dalam patung-patung di atas Great West Door, Westminster Abbey, London.

Ia digelari Kudus pada tahun 1484 oleh Paus Innocentius VIII (1484- 1492).

Ia mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.

Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantanya menjadi kudus.

Variasi Nama

Óscar (Portuguese), Oskar (Swedish), Oskar (Norwegian), Oskar (Danish), Òscar (Catalan), Oskari, Osku (Finnish), Oskar (German), Oszkár (Hungarian), Óskar (Icelandic), Oskars (Latvian), Oskar (Polish), Óscar (Spanish).

Orang Kudus Katolik 22 Maret Santo Deogratias

Sumber: katakombe.org

(*)

[Update informasi seputar Katolik]

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved