Doa Katolik
Orang Kudus Katolik 24 Maret Santo Oscar Romero
Santo Óscar Arnulfo Romero y Galdámez, lahir di Ciudad, San Miguel, El Salvador pada 15 Agustus 1917. Ia adalah anak kedua dari tujuh bersaudara.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Menjadi Uskup
Pada tahun 1970, secara mengejutkan bapa suci paus Paulus VI mengangkat Oscar Romero menjadi Uskup Auksilier (Auxiliary Bishop atau Uskup Pembantu) untuk Keuskupan Agung San Salvador.
Selanjutnya pada tahun 1974, ia ditunjuk sebagai Uskup Keuskupan Santiago de María, sebuah keuskupan di wilayah pedesaan yang miskin.
Pada tanggal 23 Februari 1977, Uskup Oscar Romero diangkat menjadi Uskup Agung San Salvador.
Penunjukkan ini, walau disambut gembira oleh Pemerintah El Salvador, namun mengkhawatirkan beberapa pihak terutama kaum militer sayap kanan dan para pendukung Marxis.
Reputasi Uskup Romero sebagai seorang yang dekat dengan kaum miskin papa, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap agenda kaum Marxis yang gencar menyebarkan ideologi mereka pada kaum buruh dan petani di El Salvador.
Uskup Romero juga dibenci oleh paramiliter sayap kanan karena selalu bersuara keras menentang berbagai aksi teror, intimidasi dan pelanggaran hak-hak asasi manusia yang dilakukan aparat militer terhadap rakyat miskin.
Pada tanggal 12 Maret 1977, Rutilio Grande SJ, seorang imam Jesuit yang aktif berkarya dalam pembinaan dan pemberdayaan kaum miskin papa di San Salvador, tewas terbunuh.
Kematian sahabatnya itu berdampak besar pada Uskup Romero. Beberapa hari setelah pembunuhan keji tersebut, Romero berkata : "Ketika saya melihat padre Rutilio tewas terbaring di sana, saya jadi berpikir, 'Jika mereka membunuhnya karena karya yang dilakukannya, maka saya pastinya berjalan di jalur yang sama’."
Ia berupaya sekuat tenaga mendesak pemerintah untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini, tetapi permintaannya diabaikan.
Pers nasional bahkan disensor untuk tidak memberitakan peristiwa pembunuhan ini.
• Renungan Katolik Kamis 24 Maret 2022 Lengkap Bacaan 1 Bacaan Injil dan Mazmur Tanggapan
Namun pembunuhan ini sama sekali tidak menyurutkan langkahnya.
Ia bahkan semakin lantang berbicara menentang berbagai pelanggaran hak asasi manusia seperti penculikkan, penyiksaan dan pembunuhan yang marak terjadi seiring semakin tidak menentunya situasi politik di El Salvador.
Pada tahun 1979, The Revolutionary Government Junta of El Salvador (Spanyol : Junta Revolucionaria de Gobierno, JRG) mengambil alih pemerintahan di El Salvador.
Kediktatoran Militer ini berkuasa di tengah-tengah meningkatnya kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia oleh kelompok Paramiliter sayap kanan pro pemerintah dan gerilyawan komunis FMLN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/orang-kudus-katolik-24-maret-santo-oscar-romero.jpg)