Ramadhan Kareem

Hukum Mengumpat Online di Media Sosial saat Puasa Ramadhan Apakah Batal?

Hukum berbicara kotor atau mengumpat di media sosial saat sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci  Ramadan bisa disimak dalam artikel berikut.

Editor: Rizky Zulham
ERIC AUDRAS / ALTOPRESS / PHOTOALTO VIA AFP
Ilustrasi - Hukum Mengumpat Online di Media Sosial saat Puasa Ramadhan Apakah Batal? 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hukum berbicara kotor atau mengumpat di media sosial saat sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci  Ramadan bisa disimak dalam artikel berikut.

Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, penggunaan media sosial menjadi hal yang lazim di tengah-tengah masyarakat.

Penggunaannya pun bermacam-macam, diperlukan untuk beragam keperluan, tak terkecuali pada saat bulan Ramadhan seperti saat ini.

Namun, tak jarang ada orang yang secara terang-terangan berkata kotor atau mengumpat saat berselancar di media sosial.

Hukum Puasa tapi Lupa Membaca Niat Sahur

Lantas, apakah mengumpat di media sosial dapat membatalkan puasa atau tidak?

Tidak membatalkan puasa

Kepala Kantor Kementerian Agama Surakarta Musta'in Ahmad menjelaskan, umpatan yang dilakukan di media sosial tidak akan membatalkan puasa.

Meski begitu, mengumpat baik yang dilakukan di media sosial maupun dunia nyata dapat mengurangi pahala puasa.

"Mengumpat, berbohong, marah-marah, sumpah palsu, memandang dengan syahwat, bisa membatalkan pahala puasa (bukan batal puasanya tapi batal pahalanya)," kata Musta'in saat dihubungi Kompas.com, Jumat 24 April 2020.

Musta'in menjelaskan, hal tersebut merupakan perbuatan yang haram untuk dilakukan, terlebih sedang menjalani ibadah puasa.

Rasulullah SAW dalam salah satu hadis bersabda: "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tidak meninggalkan perbuatan yang diakibatkan ucapan dustanya, maka Allah tidak butuh terhadap puasanya terhadap perbuatannya meninggalkan makan dan minum (puasa)." (HR. Bukhari).

Hadis itu merupakan dalil bahwa orang yang menjalankan ibadah puasa sudah semestinya menahan diri dari perkataan kotor (seperti cacian maupun umpatan) dan perkataan dusta sebagaimana menahan diri dari makan dan minum.

Konsekuensinya, jika seseorang yang menjalankan ibadah puasa tetapi tidak bisa menahan diri dari ucapan kotor dan dusta, maka nilai ibadah puasanya menjadi berkurang.

Tindakan itu juga menyebabkan munculnya kebencian Allah SWT, bahkan bisa berujung pada tidak diterima puasanya.

Hukum Mimpi Basah di Siang Hari saat Sedang Puasa Ramadhan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved