Cara Kompres yang Tepat saat Alami Demam, Gunakan Air Panas atau Dingin?
Saat sistem pertahanan sedang 'berperang' dengan virus atau bakteri, suhu tubuh bisa meningkat dan disebut demam.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Cara yang tepat mengompres apakah menggunakan air dingin atau hangat terkadang kerap membuat bingung.
Demam adalah kondisi yang sering dialami banyak orang saat mengalami serangan penyakit.
Saat demam, banyak orang menggunakan metode kompres untuk membuat tubuh merasa lebih baik.
Tapi tahukan teman-teman bahwa demam sebenarnya adalah respons tubuh untuk bertahan.
Saat tubuh mendapat serangan dari bakteri atau virus, maka tubuh akan melakukan pertahanan agar bisa segera pulih.
Saat sistem pertahanan sedang 'berperang' dengan virus atau bakteri, suhu tubuh bisa meningkat dan disebut demam.
• 53 Persen Pasien Omicron dengan Gejala Sakit Tenggorokan, Simak Cara Praktis Mengatasinya
Tapi ada juga penyebab demam lainnya yaitu saat terpapar sinar matahari berlebihan, setelah menerima vaksin atau imunisasi, efek minum obat tertentu, atau penyakit autoimun.
Seseorang bisa dikatakan demam apabila suhu tubuh berada di atas 38 derajat celcius.
Salah satu cara yang bisa teman-teman lakukan untuk mengatasi demam adalah dengan mengompres.
Berikut akan dijelaskan cara menurunkan demam dengan beragam metode termasuk kompres.
Kompres Panas atau Dingin
Saat mengompres karena demam, pertanyaan yang banyak muncul adalah kompres panas atau dingin?
Demam sering kali membuat tubuh menjadi tidak nyaman dan tidak bisa beristirahat dengan baik.
Karena itu, kompres diberikan untuk membantu membuat tubuh lebih nyaman.
Jadi kompres yang baik diberikan merupakan kompres dengan air bersuhu sedang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/cara-kompres-yang-tepat-saat-alami-demam-gunakan-air-panas-atau-dingin.jpg)