Omicron Terdeteksi di Pontianak, Wako Kerahkan Tim Cegah Kerumunan & Tempat Usaha Tutup Pukul 21.00
Saat pulang dari Jakarta, HAE mempunyai keluhan pilek dan melakukan pemeriksaan secara mandiri di Lab Sakura.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengumumkan telah ditemukannya kasus Covid-19 varian Omicron di Kalbar. Harisson menjelaskan, berdasarkan laporan lisan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes, telah ditemukan kasus positif Omicron di Kalbar.
Temuan kasus tersebut dari sampel berinisial RHL yang dikirim ke Jakarta, pada 24 Januari 2022 lalu. RHL (31), seorang laki-laki yang beralamatkan di Kota Pontianak, dan status tidak bekerja.
Berdasarkan hasil PCR dinyatakan positif dengan CT 17.18 yang diperiksa di Labkesda Provinsi Kalbar. Namun, RHL sudah berstatus lengkap divaksin. “Jadi keluhannya adalah pilek, dan tidak ditemukan komorbid,” ujar Harisson, Selasa 15 Februari 2022.
RHL sendiri mempunyai riwayat kontak erat kasus konfirmasi dengan inisial HAE. HAE merupakan orangtua RHL yang baru pulang dari Jakarta, pada 13 Januari 2022. Harisson mengatakan, jika RHL dinyatakan kasus positif omicron, dan memiliki kontak erat dengan HAE, RHL pasti tertular virus yang sama dari kontak erat tersebut.
“Saat pulang dari Jakarta, HAE mempunyai keluhan pilek dan melakukan pemeriksaan secara mandiri di Lab Sakura. Lalu Hasil Lab Sakura Positif yang keluar pada 18 Januari 2022,” ujarnya.
• Penanganan Omicron di Kalbar. Kasatpol PP Kalbar sebut Akan Tetap Ikuti Aturan dan Arahan Pusat
“Jadi sudah dapat diambil kesimpulan berdasarkan pemeriksaan Lab Whole Genom Sequncing (WGS) bahwa tingginya kasus di Kalbar dikarenakan transmisi lokal varian omicron,” jelasnya.
Harisson menegaskan dengan telah ditemukannya kasus omicron di Kalbar bahwa masuknya omicron ke Kalbar dari pelaku perjalanan dari Jakarta yang memang saat ini Jakarta sedang tinggi-tingginya kasus omicron.
Riwayat Kontak
Ketua Tim Laboratorium Jejaring Surveilance Genom SARS CoV2 Nasional RS Untan, dr Andriani, membenarkan bahwa saat ini sudah tercatat dua kasus varian Omicron di Kalbar. “Jadi memang benar pada saat ini sudah tercatat dua kasus SARS CoV2 varian omicron di Kalbar,” ujarnya.
Adapun untuk kasus pertama merupakan imported yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri dari Malaysia. Sedangkan kasus yang kedua ini adalah kasus transmisi lokal, yang memiliki riwayat kontak dengan kasus positif perjalanan dari luar Kalbar yaitu Jakarta.
Dikatakannya dengan ditemukannya kasus kedua ini, sebagai bukti bahwa secara ilmiah menjadi bukti bahwa sudah terjadi transmisi lokal varian omicron di Kalbar.
“Saat ini kami terus mengirim sampel-sampel yang kami sudah curigai dan berpotensi untuk terdeteksinya SARS CoV2 varian omicron termasuk untuk membuktikan apakah ada varian-varian baru dengan pemeriksaan WGS di Bakitbangkes, Jakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa terhadap lonjakan kasus yang saat ini terjadi di Kalbar yang menyebabkan PPKM level III untuk saat ini, bisa saja disebabkan oleh adanya varian omicron di Kalbar.
“Namun kita harus ingat bahwa hasil WGS yang kita lakukan juga masih ditemukan varian delta di Kalbar. Artinya saat ini di Kalbar sedang terjadi sirkulasi dua varian yang penularannya sangat tinggi yaitu varian delta dan omicron,” jelasnya.
Akan tetapi, ia mengatakan bahwa untuk varian omicron memang saat ini sudah mulai menggeser keberadaan dari virus varian delta. Ia mengatakan akan terjadi peningkatan kasus yang lumayan banyak dan perkiraannya pada bulan Februari dan Maret adalah masa terjadinya peningkatan kasus yang sangat tinggi.
• Bupati Muda Keluarkan Surat Edaran Penerapan Prokes Cegah Omicron
“Maka untuk menyikapi adanya lonjakan kasus ini. Terhadap semua jenis virus yang sudah ada sampai saat ini, imbauannya tetap sama. Dimana pemerintah wajib melakukan 3T, masyarakat tetap prokes. Saya kira sudah sering disampaikan terkait 5M, terus jangan lupa untuk vaksinasi,” imbaunya.
Dikatakannya saat ini pemerintah sudah memfasikitasi vaksinasi dosis ketiga untuk masyarakat umum. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Hal tersebut sebagai antisipasi sebelum terjadinya gelombang atau mencegah terjadinya penularan akibat tingginya kasus pada gelombang ketiga ini.
Sejauh ini total sampel yang sudah dikirim oleh Lanoratorium Untan untuk WGS di Jakarta sekitar 600 lebih. Namun yang sudah mempunyai hasil sekitar 333 sampel dengan sebaran 301 itu merupakan varian delta, kemudian 2 varian omicron. Sisanya adalah varian lain yang tidak terkategori yang varian of concren maupun varian of interst.
Batasi Tempat Usaha
Kasus Covid-19 di Kota Pontianak kian melonjak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi terlihat dari penunjukkan tren yang meningkat dari jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Sebagai catatan, terhitung sejak 1 Januari 2022 hingga hari ini, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pontianak berjumlah 919 orang. Sementara jumlah yang sembuh sekitar 200 orang. Sisanya ada yang dirawat di rumah sakit dan sebagian besar isolasi mandiri. Sedangkan yang meninggal dunia tercatat dua orang.
"Dari jumlah kasus terkonfirmasi positif, memang banyak yang belum divaksin. Oleh sebab itu kita mengimbau masyarakat untuk segera divaksin," ungkapnya.
Menyikapi mulai meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Pontianak akhir-akhir ini, Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak pun kembali menggencarkan monitoring dan pengawasan terhadap tempat-tempat keramaian seperti warung kopi dan kafe serta taman-taman dan lainnya.
Saat memimpin apel siaga Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak di halaman depan Kantor Wali Kota Pontianak, pada Senin malam 14 Februari 2022, Wako Edi yang juga selaku Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak menerangkan, pihaknya menerjunkan petugas yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Pontianak untuk melakukan sosialisasi dan memastikan penerapan protokol kesehatan di lapangan.
"Malam ini kita terjunkan petugas dari Tim Satgas Covid-19 untuk memonitor titik-titik kerumunan seperti warung kopi dan kafe serta taman-taman yang tersebar di Kota Pontianak," ungkapnya.
Kepada para pelaku usaha, Wako Edi meminta agar memperhatikan jam operasional tempat usaha sesuai dengan status PPKM Level 2 di Kota Pontianak yaitu dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIB saja.
Sedangkan, untuk waktu operasional taman-taman hanya diperkenankan sampai pukul 20.00 WIB. Kemudian, untuk kapasitas pengunjung warkop dan kafe yang sebelumnya full hingga 100 persen, saat ini kembali dibatasi yaitu menjadi 50 persen dari kapasitas ruangan.
"Tujuannya agar pada tempat-tempat tersebut tidak menimbulkan kerumunan yang pada akhirnya berpotensi penularan Covid-19. Kita akan terus melakukan upaya-upaya monitoring, terlebih pada malam-malam libur dan akhir pekan," jelasnya.
Wako Edi mengingatkan kepada masyarakat agar mematuhi dan memperketat penerapan protokol kesehatan. "Kita imbau kepada warga untuk menghindari kerumunan-kerumunan supaya terhindar dari penularan virus corona yang mulai melonjak kembali. Upaya ini untuk menekan jumlah kasus Covid-19 agar tidak semakin meluas," pungkasnya.
Stok Obat Aman
Direktur RSUD dr Rubini Mempawah, David Sianipar, menjelaskan bahwa sampai hari ini sudah ada tujuh orang yang melakukan isolasi Covid-19 di rumah sakit.
"Berdasarkan laporan pasien ruang isolasi covid-19 RSUD dr Rubini Mempawah real time jam 08.00 WIB, ada tujuh orang yang isolasi," terangnya. "Dari lima pasien itu terdiri dari lima orang masih suspek dan dua orang terkonfirmasi positif Covid," katanya.
David juga berharap tidak ada lagi tambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Mempawah. "Semoga tidak ada lagi yang terpapar Covid-19, tidak ada lagi yang dinyatakan isolasi. Kita berdoa bersama semoga kasus Covid-19 ini segera berakhir," katanya.
David juga menjelaskan terkait ruang isolasi khusus untuk pasien Covid-19 saat ini masih terbilang aman.
"Kalau di RSUD dr Rubini Mempawah ini kan ada 65 tempat tidur, terisi tujuh tempat, maka masih ada 58 tempat tidur yang kosong untuk isolasi. Selanjutnya juga untuk oksigen masih terbilang aman. Sehingga BOR kita saat ini 10,76 persen," terangnya.
Lebih lanjut David juga memastikan stok obat di RSUD dr Rubini Mempawah terbilang aman. "Kalau stok obat sementara masih aman, dan terkait tenaga di ruang isolasi juga saat ini masih cukup dan aman," terangnya.