Kalbar Tambah 355 Kasus! Sutarmidji Khawatir Positivity Rate Naik, Wako Edi Perketat Mobilitas Warga

Gubernur Sutarmidji sebetulnya kurang sependapat terkait kasus konfirmasi yang melakukan isolasi di rumah.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ FILE
Gubernur Sutarmidji saat di Pendopo Gubernur Kalbar, Jumat 11 Februari 2022. 

Selain itu, terkait kesiapan Rumah Sakit dikatakanya bahwa RS sudah siap jika terjadi kenaikan kasus rawat inap.

Jenis Makanan Percepat Penyembuhan Covid-19

Hal ini seperti diawal terjadi kenaikan kasus Covid di tahun 2021, begitu juga tempat isolasi yang sudah siap jika ada kenaikan kasus. “Namun kita berharap jangan sampai terjadi kenaikan kasus khususnya yang dirawat di RS,” harapnya.

Ia mengatakan waspada itu penting tapi jangan membuat panik. Bahkan sejauh ini Varian Omicron belum menunjukan karaktet yang membahayakan pada pasien.

“Terutama pada pasien yang sudah mendapat Vaksin, tetap kita harus waspada dengan kenaikan kasus Covid di Kalbar,” ujarnya.

Dari kasus dengan hasil CT rendah, diakuinya memang dari hasil laboratorium di bawah 30 rata-rata yang dilapokan hasilnya. Dari kasus harian Kota Pontianak lebih dominan tambahan kasus konfirmasi.

Dikatakannya kenapa Pontianak lebih dominan kemungkinan karena mobilisasi masuk orang atau perjalanan masuk ke kota Pontianak. “Hal ini bisa kita liat saat Imlek ini. CT rendah ada dugaan baru terinpeksi,” pungkasnya.

Perketat Mobilitas

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan, bahwa terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Pontianak.

Diperkirakan puncak kasus covid-19 terjadi Minggu ketiga bulan Februari sampai awal Maret 2022. Ia mengungkapkan, bahwa dirinya selalu memantau perkembangan kasus covid-19 di Kota Pontianak.

"Menurut informasi dari Dinas Kesehatan, kita pantau setiap hari terjadi lonjakan kasus covid-19 sekarang," ungkapnya, Senin 14 Februari 2022.

"Kita berharap masyarakat tetap harus waspada terutama yang komorbid punya penyakit bawaan," katanya.

Lebih lanjut, Edi menerangkan, bahwa saat ini kondisi BOR di rumah sakit di Kota Pontianak juga terjadi peningkatan. Untuk keterisian tempat tidur ICU sudah berada di angka 16,13 persen.

Sedangkan untuk tempat tidur isolasi 17,96 persen. Kemudian jika untuk positivity rate mencapai 8,2 persen. Tentu kata Edi, angka ini sudah cukup tinggi. "Karena sudah ada yang dirawat di rumah sakit. Maka kita harapkan tidak terjadi lonjakan," katanya.

Atas lonjakan kasus yang terjadi, maka beberapa kebijakan dilakukan Pemerintah Kota Pontianak untuk mencegah lonjakan kasus.

"Kebijakan sekarang kita sedang berupaya melakukan pembatasan-pembatasan, seperti taman kita batasi kapasitasnya 50 persen dan hanya sampai jam 8 malam.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved