PA GMNI Kalbar Sukses Gelar Konferda ke-III, PDIP dan GMNI Miliki Kesamaan Ideologis

"Oleh karena itu, dalam konferensi kali ini kami juga ingin mengukur, apakah kami memiliki daya sensitivitas terhadap tantangan yang dihadapi bangsa,

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. PA GMNI Kalbar
Pembukaan Konferensi Daerah ke-III PA GMNI Kalimantan Barat. Tampak pada kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat daerah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kalimantan Barat sukses menggelar Konferensi Daerah (Konferda) ke-III yang digelar di Qubu Resort Kubu Raya Kalimantan Barat pada Sabtu 12 Februari 2022 kamarin.

Ketua PA GMNI Kalimantan Barat periode 2016-2021, Happy Hendrawan mengatakan, bahwa Konferda ke-3 ini bukan hanya persoalan Administrasi organisasi belaka, namun juga sebagai wadah dealektika internal terhadap dua persoalan besar. Pertama adalah persoalan organisasi dan kedua persoalan ekosistem sosial, dimana masing-masing pengurus cabang saat ini sudah berkembang.

"Oleh karena itu, dalam konferensi kali ini kami juga ingin mengukur, apakah kami memiliki daya sensitivitas terhadap tantangan yang dihadapi bangsa, dan memiliki kemampuan untuk terlibat dan beradaptasi atas persoalan itu sendiri," kata Happy Hendrawan dalam ketersngan rilisnya Minggu 13 Februari 2022.

Tim Musik Tradisional Yayasan Kuning Agung, Pelestari Musik Tradisional Khas Tionghoa Pontianak.

Kemudian terkait tema memperkokoh keberagaman dan kebangsaan, menurut Happy, memang cenderung klise dan jargonis. Ciri-ciri kaum orang-orang nasionalis pasti seperti itu, tapi faktanya itu sedang berproses, sedang terjadi upaya-upaya menggoyahkan keberagaman dan kebangsaan kita.

"Untuk itu, kami ingin mempertegas peran GMNI dalam berupaya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa ini," katanya.

Sementara Sujiwo berharap, siapapun yang bakal melanjutkan estafet kepemimpinan DPD PA GMNI kalimantan Barat nanti, mesti melakukan silaturahmi dengan kepala daerah, Fraksi serta stakeholder di Kalimantan Barat, agar bisa bersinergi dalam membantu dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

"GMNI menang tidak mesti diidentikan dengan PDI Perjuangan, GMNI itu tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana," kata," kata Sujiwo.

Namun Sujiwo tidak menampik bahwa GMNI memiliki roh dan semangat yang sama yaitu terkait marhaenisme, karena memang PDI Perjuangan dan GMNI lahir dari rahim yang sama yaitu ajaran Bung Karno sebagai bapak Marhaenisme.

"Meskipun di DPP PDI Perjuangan termasuk ketua umum dan banyak kader-kader GMNI yang menjadi pengurus partai, namun kader GMNI boleh masuk partai mana saja. Namun yang penting semangat nasionalisme dan Marhaenisme harus tetap dipertahankan," tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekjen DPP PA GMNI, Abdy Yuhana mengatakan sepanjang perjalanannya banyak kader yang mengabdi terhadap bangsa dan negara, kalau disebut satu persatu mungkin satu kontainer belum tentu selesai, tulisannya panjang untuk dibaca.

"Memang ada beberapa yang perlu kami sampaikan, misalnya di PDI Perjuangan, karena Roh dan spiritnya serta ideologisnya, juga Ibu megawati Soekarno putri, berikut almarhum Taufik Kemas adalah alumni GMNI. Selain itu, dari 27 DPP PDI Perjuangan hampir semuanya Alumni GMNI, namun kader GMNI juga ada di Partai Golkar, ada juga di partai Nasdem, ada juga di partai di demokrat," sebutnya.

Proses yang begitu panjang ini, tambahnya, outputnya adalah alumni GMNI hari ini sudah tersebar dimana-mana mengabdi untuk bangsa dan negara. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved