Kapal Feri Penyeberangan Bardan-Siantan Tak Beroperasi, Penambang Perahu Sungai Kapuas Raup Untung

Habibi mengatakan, untuk sekali penyebrangan tanpa membawa kendaraan, penumpang cukup membayar Rp. 2.000.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Luthfi
Aktivitas Penyebarangan Perahu Tambang, di Sungai Kapuas, Kota Pontianak, Senin, 7 Februari 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu di antara pekerja perahu tambang penyebarangan di Sungai Kapuas Kota Pontianak, Habibi, menuturkan mendapatkan pendapatan lebih banyak, semenjak tidak beroprasinya Kapal Penyebrangan Feri.

“Lumayan ada mendapatkan tambahan sedikit, memang tidak banyak, tapi lumayan. Sebelumnya, memang ada penumpang tetap yang menggunakan jasa sampan tambang,” jelasnya, Senin, 7 Februari 2022.

Ia menambahkan, sudah lima hari Kapal Penyebrangan Feri tidak beroprasi di karenakan adanya kerusakan tiang dermaga di sisi kiri.

“Sudah sekitar lima harian mungkin Feri ini tidak beroprasi, soalnya ada kerusakan di tiang dermaga sebelah sana,” katanya.

Ketua DPRD Satarudin Sarankan Ada Peningkatan Penataan Pasar Tani di Jalan Letkol Sugiono Pontianak

Habibi mengatakan, untuk sekali penyebrangan tanpa membawa kendaraan, penumpang cukup membayar Rp. 2.000.

“Kalau tidak bawa motor, penumpang perorang itu bayarnya Rp. 2.000, dari arah alun-alun ke pelabuhan Siantan. Kalau membawa motor itu di kenakan biaya Rp. 40.000, karena menaikan motor ke perahunya itu cukup sulit,” ucapnya.

“Saya sudah turun kerja dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, nanti bergantian Shift. Untuk penyebrangan perahu tambang ini sendiri, bukanya 24 jam,” ujarnya.

Satu di antara warga yang hendak menaiki penyebrangan perahu tambang, Zaky, menjelaskan bahwa dirinya memang sering menggunakan jasa penyebrangan ini. 

“Saya memang seringnya menggunakan penyebrangan perahu tambang, soalnya rumah saya ada di daerah Siantan, dan saya kerja di dekat sini,” imbuhnya.

Ia menambahkan, alasannya lebih sering mnggunakan penyebarangan perahu tambang, karena tidak membawa kendaraan.

“Karena tidak bawa motor sih, sampai ke waterfront, jalan kaki kedepan sedikit sudah sampai, begitu juga sebaliknya,” pungkasnya. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved