Hati-Hati ! Omicron Bisa Bertahan Lama pada Plastik dan Kulit serta Lebih Kebal Terhadap Ethanol
Varian omicron bisa bertahan 193,5 jam di atas permukaan plastik, memiliki waktu bertahap paling lama dibandingkan dengan varian lannya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kasus akibat infeksi virus corona varian baru omicron terus bertambah.
Data terbaru di Indonesia sudah ada 2.980 kasus terdeteksi, sementara untuk data meninggal dunia masih 3 orang.
Omicron kini menjadi sorotan global sudah menyebar hampir di seluruh dunia di eropa hingga ke Indonesia.
Berdasarakan hasil penelitian dilansir South China Morning Post varian Omicron awalnya ditularkan merupakan virus corona yang ditularkan manusia kepada tikus.
Kemudian terjadilah mutasi yang berkali-kali lipat pada tikus yang kembali ditularkan kepada manusia dalam bentuk Omicron.
Baru-baru hal mengejutkan dari varian omicron yang bisa bertahan lama di plastik dan kulit manusi dibandingkan dengan varian sebelumnya.
Hasil penelitian tersebut dari studi yang diunggah ke bioRxiv oleh National Institute of Infectious Diseases Tokyo, Jepang dikutip dari Forbes, Jumat 4 Februari 2022.
Pembanding dalam penelitian antara virus corona versi asli, varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, dengan Omicron.
• Covid-19 di Jepang Melesat! Gara-gara Omicron? Infeksi Harian Tertinggi dalam 4 Bulan Terakhir
Hasil dari perbandingan dilihat di permukaan plastik polystyrene dan potongan kulit manusia asli dari mayat oleh tim dari Universitas Kedokteran Prefektur Kyoto.
Versi asli memiliki daya tahan paling sedikit dan varian Omicron paling banyak pada permukaan plastik hingga empat kali lipat.
Varian omicron bisa bertahan 193,5 jam di atas permukaan plastik, memiliki waktu bertahap paling lama dibandingkan dengan varian lannya.
Sedangkan untuk dipermukaan kulit manusia Omicron dapat bertahan 21,1 jam.
Menghilangkan dengan disinfektan juga harus lebih lama sebab berdasarkan penelitian terbaru omicron juga lebih kebal terhadap ethanol.
Lebih Kebal Terhadap Ethanol
Temuan baru juga menyatakan varian omicron lebih tahan terhadap etanol daripada versi varian asli Covid-19.